Bahayanya Hemoglobin Rendah pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anemia atau kurang darah merupakan suatu kondisi di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Dampak buruk dan risiko Hb rendah pada masa kehamilan bisa lebih parah. Selain berefek negatif terhadap kesehatan si ibu, Hb rendah saat hamil juga berakibat buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan calon bayinya.

Fungsi hemoglobin di dalam darah adalah untuk mengikat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan pada kadar hemoglobin.

Masa kehamilan adalah masa paling penting untuk mendapatkan asupan gizi yang maksimal. Pada masa ini pula tubuh wanita sangat rentan terhadap gangguan kesehatan, termasuk anemia. Jika seorang ibu hamil memiliki Hb rendah, maka ia rentan terhadap:

  • Keguguguran (abortus).
  • Kelahiran prematur.
  • Persalinan yang lama akibat kelelahan otot rahim di dalam berkontraksi (inersia utari).
  • Perdarahan akibat tidak adanya kontraksi otot rahim (atonia uteri).
  • Syok.
  • Infeksi saat bersalin maupun pasca bersalin.
  • Anemia berat yang dapat menyebabkan dekompensasi kordis. Akibat anemia ini, dapat menyebabkan syok dan kematian pada ibu saat persalinan.

Hemoglobin rendah juga bisa berdampak serius terhadap janin di dalam perut. Sebagai ilustrasi, kondisi hamil kurang dari lima bulan. Pada waktu ini, bayi sedang melalui proses organogenesis, yaitu proses pembentukan organ, seperti kepala, tangan, kaki, jantung, dan anggota- anggota tubuh lainnya. Bila Hb sang ibu rendah dan jantung janin gagal terbentuk dengan sempurna, maka bisa terjadi keguguran. Sekiranya jantung terbentuk dengan sempurna, tetapi darah terlampau cair (Hb rendah), bayi mungkin akan hidup. Tetapi, mengalami kecacatan, misalnya pada kaki dan tangan. Bila sifat-sifat pertumbuhan pada janin berlangsung normal, tetapi darah terlalu cair, maka bisa pula akan berdampak pada otak bayi. Artinya, si bayi mungkin dilahirkan dalam keadaan selamat. Namun, fungsi otaknya berjalan lambat.

Pada kandungan usia lima hingga tujuh bulan, pembentukan janin menuju ke arah sempurna. Tetapi, bila kandungan darah sang ibu terlalu cair, jantung bayi tidak dapat berdenyut dengan baik dan akhirnya bisa meninggal dalam kandungan.

Pada kandungan usia tujuh bulan ke atas, pertumbuhan bayi sudah sempurna. Namun, jantung bayi masih bergantung kepada kepekatan Hb. Bila Hb sang ibu terlalu cair, ada risiko kematian bayi karena jantungnya tidak kuat menjalankan fungsinya. Bila jantung bayi mampu bertahan dan bayi selamat dilahirkan, bayi mungkin lahir dalam ukuran yang mungil.

Selain itu, penyakit anemia juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti:

  • Gagal jantung kongesif
  • Parestesia
  • Konfungsi kanker
  • Penyakit ginjal
  • Gondok
  • Gangguan pembentukan heme
  • Penyakit infeksi kuman
  • Thalasemia
  • Kelainan jantung
  • Rematoid
  • Meningitis
  • Gangguan sistem imun (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY