Batas Maksimal Frekuensi Suara Aman untuk Didengar Oleh Manusia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menurut Bell pada tahun 1996 menyatakan bahwa suara adalah suatu gangguan mekanik dalam medium gas, cair atau padat yang disebabkan oleh terjadinya getaran molekul. Sedangkan menurut sarwon0 tahun 2002 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan bunyi yaitu suatu gelombang berupa getaran yang dihasilkan oleh terjadinya molekul-molekul zat yang saling beradu satu sama lainnya secara terkoordinasi sehingga  munculah suatu gelombang dan kemudian diteruskan menjadi energi serta sebagiannya dipantulkan kembali. Media yang dilalui memiliki sebuah masa yang elastic sehingga bunyi dapat di hantarkan. Gelombang bunyi ada sebuah gelombang mekanis lingitudinal yang dapat dijalarkan di dalam benda padat, benda cair dan gas. (Halliday, 1990).

Karakteristik fisik gelombang suara salah satunya yaitu frekuensi. Frekuensi adalah sejumlah perubahan tekanan dalam setiap detiknya yang di tulis dalam satuan cycles per second (cls) atau Hertz (Hz). Frekuensi dan intensitasnya dapat menentukan sifat dari suatu bunyi. Kecepatan rambatan suara dapat dipengaruhi oleh medium dan suhu. Akan tetapi apabila kecepatan perambatan suara pada medium udara dengan suhu 200 C sekitar 344 m/s. (Wardhana, 2001). Menurut Gabriel tahun 1996 menjelaskan tentang frekuensi, bunyi atau suara dibedakan dalam 3 daerah yaitu:

  1. Daerah infrasonik dengen frekuensi 1.0 – 16 Hz.
  2. Daera sonik dengan frekuensi 16 – 20.000 Hz.
  3. Daerah ultrasonik dengan frekuensi diatas 20.000 Hz.

Lalu berapa batas maksimal frekuensi yang aman untuk di dengar oleh manusia?

Batas frekuensi pendengan manusia adalah pada bunyi dengan rentan frekuensi audio. Hasil penelitian menyatakan bahwa telinga manusia hanya dapat mendengar bunyi dengan frekeunsi 20 Hz sampai 20.000 Hz. Sebuah bunyi yang memiliki getaran 20 – 20.000 Hz disebut dengan audiosonnic. Pernyataan tersebut didukung oleh hasil percobaan dan penelitian yang dilakukan oleh John R. Cameron and James G. Skofronick dalam buku Medical Physic halaman 297 pada tahun 1978 yang menyatakan frekuensi bunyi manusia hanya bisa mendengarkan frekuensi sonik atau pendengaran yang berfrekuensi sekitar 16 – 20.000 Hz. menurut beliau ada sebuah kepekaan telinga manusia terhadap bunyi yaitu kepekaan telinga db = 0 terjadi pada frekuensi 1.000 Hz dimana nilai ambang rata-rata secara internasional terletak pada daerah 1.000 Hz. Nilai ambang diartikan sebagai frekuesni yang berkaitan dengan nineau bunyi (dB) yang dapat di dengar. Apabila seorang manusia untuk mendengar bunyi 60 dB maka telinga orang tersebut harus lebih kuat sekitar 10 kali dari bunyi 1.000 Hz, maka barulah orang itu dapat mendengar bunyi tersebut.

Kesimpulannya yaitu manusia hanya dapat mendengar frekuensi bunyi sekitar 20 Hz – 20.000 Hz. Apabila kurang dari 20 maka manusia tidak dapat mendengarkannya, biasanya bunyi yang < 20 Hz hanya dapat di dengar oleh binatang. Sedangkan apabila manusia mendengarkan bunyi > dari 20.000 Hz maka akan menimbulkan gangguan pada sistem pendengaran manusia tersebut karena terlalu bising sehingga akan beresiko. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here