Batas Maksimum Pemakaian Minyak Goreng

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada yang rasanya manis, gurih, renyah serta ada juga yang semakin gurih jika memakannya dengan didampingi oleh cabe. Ya anda benar sekali gorengan. Salah satu cemilan favorit masyarakat di Indonesia.

Gorengan merupakan cemilan yang hampir setiap hari kita temui baik pada musim hujan ataupun musim panas. Bahkan tidak hanya sebagai cemilan saja, sebagian orang menggunakan gorengan sebagai lauk atau makanan pendamping di meja makan keluarga mereka.

Berbicara tentang gorengan, maka yang kita pikirkan adalah sebuah makanan yang dihasilkan dari proses penggorengan yang menggunakan minyak sebagai bahan untuk mematangkan gorengan tersebut. Minyak berperan penting dalam membuat dan menghasilkan gorengan yang enak serta sehat. Tidak ada gorengan, masakan yang di tumis juga menggunakan minyak goreng. Jadi minyak goreng pun tidak asing bagi anda yang setiap hari menyiapkan makanan untuk keluarga.

Minyak yang sehat dan aman dikonsumsi adalah minyak yang kandungannya masih utuh serta layak untuk dikonsumsi. Untuk melihat kelayakan minyak goreng kita dapat melihat dari berbagai hal. Pertama, perhatikan warna dari minyak goreng, jika anda pernah menggunakannya sekali atau dua kali dan berwarna gelap serta kental maka jangan digunakan lagi dikarenakan kandungan polimer minyak tersebut sudah tinggi.

Kedua, Cium bau minyak dan bila masih segar maka masih bisa digunakan. Sebaliknya jika sudah berbau tengik maka minyak sudah rusak. Lebih baik jangan gunakan untuk memasak dan menggoreng.

Ketiga, jika anda menggoreng makanan dan menyisakan banyak minyak. Sebaiknya diginkan inyak dengan di saring terlebih dahulu sehingga bersih.

Dari ketiga hal tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan minyak secara berkali-kali itu kurang baik. Jadi sebenarnya batas minimum pemakaian minyak goreng itu berapa lama?. Beberapa pendapat menyatakan penggunaan maksimum minyak goreng adalah 3 sampai 4 kali karena setelah itu minyak akan rusak dan dapat menganggu kesehatan tubuh.

Sedangkan menurut United State Department of Agriculture (USDA) menyarankan untuk membuang minyak yang mengandung asam lemak bebas lebih dari 2%. Di negara Turki, penggunaan minyak goreng untuk menggoreng dianjurkan hanya 3 kali pemakaian. Setelah 3 kali pemakaian, sebaiknya minyak tidak digunakan kembali untuk memasak atau menggoreng. Namun, tidak harus setelah 3 kali digunakan, jika setelah 1 kali digunakan minyak sudah menunjukkan warna gelap, kental, dan bau tengik maka minyak tersebut sebaiknya jangan digunakan lagi. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here