Batuk kronis

Batuk kronis bukan hanya sekedar batuk. Batuk kronis dapat mengganggu tidur dan membuat Anda merasa lelah. Kasus batuk kronis yang parah dapat menyebabkan muntah, pusing, depresi, bahkan patah tulang rusuk. Batuk kronis biasanya berlangsung delapan minggu atau lebih pada orang dewasa dan empat minggu pada anak-anak. Meskipun kadang-kadang bisa sulit untuk menentukan masalah yang memicu batuk kronis, penyebab yang paling umum adalah penggunaan tembakau, postnasal drip, asma dan asam refluks. Batuk kronis biasanya menghilang setelah masalah mendasar diobati.

Gejala
Batuk kronis dapat terjadi dengan tanda dan gejala seperti:
• Hidung meler atau tersumbat
• Adanya cairan yang terasa mengalir di belakang tenggorokan
• Sakit tenggorokan
• Mengi dan sesak napas
• Mulas atau rasa asam di mulut
• Batuk darah

Kapan harus ke dokter?
Segera pergi ke dokter jika Anda mengalami batuk yang berlangsung berminggu-minggu terutama jika batuk disertai dengan keluarnya dahak atau darah sehingga mengganggu tidur dan mempengaruhi konsentrasi kerja Anda.

Penyebab
Batuk sesekali dapat membantu mengeluarkan zat asing dan sekresi dari paru-paru serta mencegah infeksi. Tapi batuk yang berlangsung selama berminggu-minggu biasanya disebabkan oleh satu atau beberapa kondisi mendasar.

Penyebab utama
• Postnasal drip: Ketika hidung atau sinus menghasilkan lendir tambahan, hal tersebut dapat menetes ke bagian belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk. Kondisi ini juga disebut sindrom saluran napas batuk atas.
• Asma: Batuk yang berkaitan dengan asma dapat datang dan pergi secara musiman, muncul setelah infeksi saluran pernapasan bagian atas, atau menjadi lebih buruk ketika Anda terkena udara dingin atau bahan kimia atau wewangian tertentu.
• Gastroesophageal reflux disease (GERD): Dalam kondisi umum ini, asam lambung mengalir kembali ke dalam tabung yang menghubungkan perut dan tenggorokan (kerongkongan). Iritasi konstan dapat menyebabkan batuk kronis yang memperburuk GERD.
Penelitian telah menunjukkan bahwa tiga penyebab bertanggung jawab untuk 90 persen kasus batuk kronis.

Penyebab lain
• Infeksi: Batuk bisa berlangsung lama setelah gejala pilek, influenza, pneumonia atau infeksi lain pada saluran pernapasan bagian atas sudah sembuh. Penyebab tidak biasa dari batuk kronis pada orang dewasa adalah pertusis, juga dikenal sebagai batuk rejan.
• Obat tekanan darah: Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor yang umumnya diresepkan untuk tekanan darah tinggi dan gagal jantung, diketahui dapat menyebabkan batuk kronis pada beberapa orang.
• Bronchitis kronis: Peradangan pada saluran pernapasan (saluran bronchial) yang berlangsung lama dapat menyebabkan hidung tersumbat, sesak napas, mengi dan batuk berdahak. Kebanyakan orang dengan bronchitis kronis adalah perokok atau mantan perokok.

Penyebab yang kurang umum adalah aspirasi, bronkiektasis, bronchiolitis, bronchitis kronis dari penyakit menular, COPD, cystic fibrosis, aspirasi benda asing, laryngopharyngeal refluks, kanker paru-paru, nonasthmatic bronkitis eosinophilic dan sarcoidosis.

Faktor risiko
Menjadi perokok atau mantan perokok menjadi salah satu faktor risiko yang memicu batuk kronis. Perokok pasif yang sering terpapar asap rokok juga dapat mengembangkan batuk kronis dan kerusakan paru-paru. Wanita lebih cenderung memilki refleks batuk yang lebih sensitif, sehingga mereka lebih mungkin untuk mengembangkan batuk kronis dibandingkan pria.

Komplikasi
Serangan batuk dapat mengganggu tidur dan menyebabkan berbagai masalah seperti sakit kepala, pusing, keringat berlebih, inkontinensia urin dan patah tulang rusuk.

Tes dan diagnosa
Riwayat medis dan pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan tes yang perlu dokter jalankan. Tujuan tes adalah untuk mengidentifikasi kondisi mendasar yang menyebabkan batuk kronis.
• Tes olahgambar: Rontgen dada dapat dilakukan untuk memeriksa kemungkinan kanker paru-paru, pneumonia dan penyakit paru-paru lainnya. CT scan juga dapat digunakan untuk memeriksa rongga sinus untuk memeriksa adanya kemungkinan infeksi.
• Tes fungsi paru: Tes noninvasif dilakukan untuk mengukur berapa banyak udara yang dapat disimpan paru-paru dan seberapa cepat Anda bisa bernapas. Tes ini diperlukan untuk mendiagnosa asma. Kadang-kadang Anda juga mungkin diminta menjalani tantangan tes asma yang memeriksa seberapa baik Anda bisa bernapas sebelum dan setelah menghirup obat yang disebut metakolin (Provocholine).
• Tes laboratorium: Jika lendir yang keluar pada saat batuk terlihat menghitam, dokter mungkin akan memeriksa sampel lendir tersebut untuk mencari keberadaan bakteri.
• Scope test: Jika dokter tidak dapat menemukan penyebab batuk kronis yang Anda alami, sebuah tes khusus dapat dipertimbangkan untuk mencari penyebab langka. Tes ini menggunakan tabung tipis fleksibel dilengkapi dengan lampu dan kamera untuk memvisualisasikan struktur dalam tubuh. Peralatan ini dapat dimasukkan ke dalam tenggorokan (trakea) dan bronkus untuk mencari kelainan, serta biopsi lapisan dalam saluran napas (mukosa) untuk mencari kelainan seluler.

Untuk mengevaluasi batuk kronis pada anak, dokter mungkin menyarankan prosedur rontgen dada dan tes spirometri.

Perawatan dan pengobatan
Menentukan penyebab batuk kronis sangat penting untuk pengobatan yang efektif. Dalam banyak kasus, lebih dari satu kondisi yang mendasari dapat menyebabkan batuk kronis. Jika Anda menggunakan obat angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, beralihlah ke angiotensin-receptor blocker yang tidak menimbulkan efek samping batuk.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati batuk kronis adalah:
• Antihistamin dan dekongestan: Obat tersebut adalah pengobatan standar untuk alergi dan postnasal drip.
• Obat asma inhalasi: Pengobatan yang paling efektif untuk batuk yang terkait dengan asma adalah obat asma inhalasi yang mengurangi peradangan dan memperluas saluran udara.
• Antibiotik: Jika infeksi bakteri menyebabkan batuk kronis, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.
• Acid blocker: Jika perubahan gaya hidup tidak dapat mengatasi refluks asam, Anda mungkin akan dioberi obat yang menghalangi produksi asam. Jika kondisi sudah parah, operasi mungkin perlu dilakukan.
• Supresan batuk: Jika penyebab batuk tidak dapat ditentukan, dokter mungkin meresepkan penekan batuk terutama jika batuk Anda mengganggu tidur Anda. Satu sendok teh (5 gram) madu yang dicampur air hangat adalah obat alami untuk melonggarkan dahak (meskipun tidak boleh digunakan pada anak-anak di bawah 1 tahun).

Gaya hidup dan pengobatan di rumah
Batuk kronis dapat diredakan dengan beberapa cara yang dapat Anda lakukan di rumah seperti:
• Menghindari allergen: Jika batuk kronis dapat dirunut kembali ke alergi hidung, cobalah untuk menghindari zat yang menyebabkan gejala Anda.
• Berhenti merokok: Penyebab paling umum dari bronchitis kronis adalah rokok. Merokok dapat mengganggu paru-paru dan memperburuk batuk yang disebabkan oleh faktor-faktor lain.
• Mengurangi refluks asam: Batuk yang disebabkan oleh refluks asam dapat diobati dengan perubahan gaya hidup seperti seperti makan dengan porsi kecil namun frekuensinya lebih sering, tidak berbaring selama 3-4 jam setelah makan dan meninggikan bagian kepala tempat tidur di malam hari.