Bau Badan pada Anak

SehatFresh.com – Bau badan merupakan sebuah masalah yang cukup mengganggu, terlebih bagi orang yang sangat memerhatikan penampilannya. Bau badan juga merupakan masalah yang bisa dialami oleh setiap orang, dari anak-anak hingga orang tua.

Anak-anak memang memiliki semangat yang sangat tinggi. Bisa dibilang mereka seperti tidak memiliki rasa lelah. Terus ingin bermain dan bermain. Tak jarang kita sebagai orangtua merasa kelelahan menghadapi mereka. Apalagi mereka yang memang memiliki banyak teman bermain disekitarnya. Selain memiliki semangat yang tinggi, anak-anak juga memiliki rasa ingin tahu yang tak kalah besar. Itulah yang membuat mereka senang mencoba banyak hal. Aktifitas inilah yang seringkali membuat tubuh mereka dibanjiri oleh keringat.

Banyak faktor yang memengaruhi bau badan pada anak. Simak beberapa faktor bau badan pada anak berikut ini:

  • Bakteri

Bakteri menjadi salah satu faktor penyebab bau badan pada anak-anak. Anak-anak yang seringkali bermain di luar rumah tentu tidak terlalu memerhatikan kebersihan tubuhnya, inilah yang menjadi penyebab bau keringat mereka tidak sedap.

  • Makanan dan minuman

Anak-anak yang tidak menjaga konsumsi jajanan yang mereka makan juga menjadi salah satu faktor penyebab bau badan. Hormon yang terdapat dalam daging dan susu juga dapat menyebabkan bau badan pada anak.

  • Hormon

Anak-anak mendekati tahap pubertas, maka terjadi beberapa perubahan pada tubuh. Hal ini terkait dengan meningkatnya produksi hormon tertentu dalam tubuh anak-anak. Ini juga menjadi alasan yang sering terjadi pada anak-anak yang berada di antara usia delapan hingga 12 tahun. Jika hal ini terjadi sebelum usia tersebut, maka ini dapat menjadi indikasi bahwa anak mendekati masa pubertas pada usia dini.

  • Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah salah satu kondisi di mana kelenjar keringat terlalu aktif sehingga menghasilkan keringat yang berlebihan. Penyebab pasti di balik fungsi normal kelenjar keringat ini belum diketahui secara jelas, tetapi dapat dipicu oleh faktor kecemasan dan kegelisahan. Faktor-faktor lain yang dapat menjadi penyebab ialah gangguan metabolisme, rendahnya kadar gula darah, efek samping dari obat-obatan, dan sebagainya.

  • Fenilketonuria

Ini merupakan kelainan genetik di mana anak tidak memiliki enzim yang disebut fenilalanin hidroksilase. Enzim ini bertugas untuk memecah asam amino esensial yang terdapat dalam makanan berprotein. Akibatnya, jika anak makan makanan berprotein, maka asam amino esensial yang tidak dipecah dan dikeluarkan melalui keringat akan menyebabkan ketiak bau.

  • Diabetes

Anak-anak yang menderita penyakit diabetes bisa membuat aroma keringatnya menjadi tidak sedap. Aromanya seperti bau buah. Hal inilah yang membuat tubuh anak gagal untuk mencerna karbohidrat dan memecah lemak yang nantinya akan dipergunakan sebagai energi. Produk akhir dari lemak yang dipecah adalah bahan kimia bernama keton, yang dikeluarkan melalui keringat dan mempunyai bau yang manis.

Kita sebagai orang tua sebaiknya lebih memerhatikan faktor-faktor yang masih bisa ditangani seperti kebersihan dan konsumsi makanan agar kringat anak kita tidak berbau. Sedangkan untuk faktor hormon atau penyakit yang bisa memengaruhi bau badan, ada baiknya jika dikonsultasinya dengan dokter agar tidak salah dalam penanganannya.

Sumber gambar : www.dokterlia.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY