Bau Urin Menyengat Saat Hamil

SehatFresh.com – Ginjal menyaring air dan zat-zat lain dari darah untuk menghasilkan urin. Urin membantu menghilangkan produk-produk limbah pencernaan dari darah dan mengeluarkan racun dan zat berbahaya lainnya dari tubuh. Selama kehamilan, ginjal memproduksi lebih banyak urin dalam menanggapi hormon dan kebutuhan janin yang sedang tumbuh dalam rahim. Urin biasanya hanya memiliki sedikit bau. Peningkatan atau perubahan bau urin selama kehamilan bisa mengindikasikan ada masalah atau kondisi medis tertentu.

Urine biasanya tidak memiliki bau yang kuat dan mengandung sejumlah kecil amonia, produk limbah dari beberapa proses tubuh. Selama kehamilan, penting untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Jika ibu hamil tidak cukup minum dan mengalami dehidrasi, ginjal menghemat air dengan memproduksi urin terkonsentrasi yang berisi jumlah amonia di atas normal. Akibatnya, bau amonia dalam urin cenderung menjadi lebih kuat jika ibu mengalami dehidrasi saat hamil.

Infeksi yang berkembang di beberapa bagian dari saluran kemih juga bisa menyebabkan bau urin yang tidak biasa selama kehamilan. Meskipun infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyerang kapan saja, jenis infeksi ini lebih umum selama kehamilan. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “American Family Physician”, pada tahun 2000, sekitar delapan persen wanita hamil mengembangkan masalah ini. ISK biasanya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih. Bau urin kuat telah dikaitkan sebagai salah satu gejalanya, sementara gejala lain yang menyertainya adalah sering atau nyeri buang air kecil.

Selama kehamilan, ibu hamil juga bisa mengalami inkontinensia urin, yang ditandai dengan kebocoran urin yang tidak disengaja dari kandung kemih. Kebocoran urin ini biasanya terjadi ketika bersin atau batuk. Bahkan sejumlah kecil kebocoran yang tanpa disadari dapat menyebabkan bau urin yang tidak biasa. Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan April 2007 dalam jurnal ” Obstetrics and Gynecology” menemukan bahwa inkontinensia selama kehamilan sangat umum terjadi. 58 persen wanita hamil dilaporkan mengalami inkontinensia pada minggu ke-30 kehamilan mereka.

Jika ibu hamil mendapati bau urin yang tidak biasa, penting untuk segera memeriksakannya pada dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mengidentifikasi langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki masalah tersebut. Jika ibu mengalami dehidrasi, minum lebih banyak cairan biasanya dapat mengusir bau dengan cepat, sementara infeksi saluran kemih atau infeksi vagina membutuhkan perawatan segera. Jika penyebabnya adalah inkontinensia urin, latihan khusus yang memperkuat otot-otot panggul dapat membantu meningkatkan kontrol kemih.

Sumber Gambar : dedaunan.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY