Bawang Putih Bumbu Dapur Yang Istimewa

SehatFresh.com – Selain digunakan sebagai herbal penyedap makanan, bawang putih telah banyak diteliti terkait sifat obat yang dimilikinya. Bawang putih diklaim memiliki fitonutrisi yang telah terbukti memberi manfaat terhadap penyakit arteri koroner, infeksi dan kanker. Cleveland Clinic mencantumkan bawang putih sebagai salah satu power food, karena mengandung serat dan fitokimia (bahan kimia tanaman yang berkhasiat untuk membantu lingkungan terhadap penyakit dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh).

Bawang putih mengandung banyak senyawa yang telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Salah satu komponen kuncinya adalah allicin, senyawa sulfur yang terbentuk pada bawang putih mentah setelah siungnya dipotong atau dihancurkan. Allicin adalah sumber utama senyawa bioaktif yang memberikan rasa dan bau yang kuat pada bawang putih. Akan tetapi, tidak semua ilmuwan setuju bahwa allicin merupakan bahan utama yang menguntungkan, karena senyawa ini terurai dengan cepat menjadi senyawa lain.

Bawang putih juga mengandung senyawa yang disebut ajoenes dan terpene serta beberapa senyawa yang larut dalam air. Beberapa asam amino, vitamin C, kalsium, zat besi dan mineral lainnya juga terkandung dalam bawang putih segar.

Menurut National Institutes of Health (NIH),  Amerika Serikat, bawang putih dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan termasuk kolesterol tingggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan berbagai jenis kanker.

Mayo Clinic melaporkan bahwa ada beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bawang putih mungkin efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah. Bawang putih dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan mengendurkan otot halus. Meskipun masih penelitian awal, beberapa studi telah menunjukkan bahwa 200 hingga 400 miligram ekstrak bawang putih tiga kali sehari selama satu bulan bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Selain dapat menurunkan tekanan darah 7-8 persen, NIH melaporkan bawang putih mungkin juga efektif untuk aterosklerosis dan kanker tertentu. Bawang putih tampaknya mengurangi efek dari pengerasan arteri yang terjadi seiring pertambahan usia. Terkait kanker, mengonsumsi bawang putih (bukan suplemen) dapat mengurangi risiko kanker usus besar, rektum dan perut.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Anticancer Agents in Medicinal Chemistry”, pada tahun 2011, minyak yang berasal dari bawang putih dapat menekan perkembangan kanker payudara pada hewan laboratorium dan memblokir pertumbuhan sel kanker payudara manusia yang dibudidayakan. Bawang putih juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang aktivitas sel imun yang mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker.

Kendati menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, bawang putih tidaklah sempurna. Selain menyisakan bau napas yang cukup kuat, ada efek samping lain terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Bawang putih mentah sangatlah kuat, jadi bila dikonsumsi terlalu banyak bisa menimbulkan masalah seperti iritasi atau bahkan kerusakan pada saluran pencernaan.

Jangan mengonsumsi bawang putih jika Anda mengambil obat pengencer darah, atau jika Anda memiliki bisul perut atau kondisi tiroid. Bawang putih dapat berinteraksi dengan beberapa obat resep termasuk insulin, obat antiviral, obat antiinflamasi dan kontrasepsi tertentu. Jika Anda berniat mengonsumsi bawang putih untuk terapi kesehatan, pastikan hal tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sumber gambar : www.ahligizi.info

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY