Bebas Nyeri Bahu Saat Bekerja

SehatFresh.com – Bahu terdiri dari beberapa sendi yang terhubung ke berbagai tendon dan otot. Bahu memungkinkan lengan melakukan banyak gerakan. Nyeri bahu kronis sering berasal dari gerakan lengan berkepanjangan atau berulang. Ini merujuk pada kondisi yang disebut cedera regangan berulang (repetitive strain injury, RSI) atau gangguan trauma kumulatif. RSI seringkali berawal dari tempat kerja. Aktivitas berulang dapat menegangkan otot dan tendon bagian atas tubuh, termasuk bahu. Kegiatan yang dapat menyebabkan RSI diantaranya pemakaian mesin industri, penggunaan mouse komputer dan membawa atau mengangkat beban berat.

Nyeri bahu umumnya kumulatif, tidak terjadi tiba-tiba. Mungkin sulit untuk menentukan penyebab pastinya. Secara umum, beberapa penyebab potensial untuk nyeri bahu yang berhubungan dengan pekerjaan meliputi :

  • Static loading, situasi ketika otot harus menahan tubuh dalam satu posisi untuk waktu yang lama
  • Postur tubuh yang buruk
  • Stres mekanik, seperti ketika pergelangan tangan bertumpu di atas tepian meja saat mengetik
  • Mengemudi di jalanan yang tidak rata
  • Paparan suhu ekstrim
  • Bekerja dengan tangan di atas bahu

Tidak hanya pekerjaan fisik intensif yang menyebabkan cedera bahu, mereka yang bekerja di depan komputer dinilai memiliki risiko tinggi mengembangkan nyeri leher dan bahu. Pasalnya, lingkungan dan kebiasaan kerja menetap dapat melemahkan otot-otot yang pada akhirnya menimbulkan nyeri. Oleh karenanya, bagi kebanyakan orang, kunci untuk meminimalkan nyeri leher dan bahu adalah mengoptimalkan ruang kerja atau lingkungan kerja, membiasakan postur tubuh yang baik dan mengurangi stres pada tubuh akibat aktivitas sehari-hari. Selain itu, penggunaan obat topikal dengan kandungan mentol dapat menjadi pilihan yang membantu mengatasi nyeri dengan memberi rasa hangat di area nyeri.

Pengaturan meja kerja akan sangat berpengaruh pada postur yang salah dan nyeri bahu. Oleh karenanya, letakkan benda-benda yang sering digunakan pada tempat yang mudah dijangkau. Pasalnya, kontraksi otot ketika hendak meraih suatu benda akan menambah tekanan pada otot bahu. Meja, kursi, dan monitor juga hendaknya diposisikan sejajar dengan mata guna meminimalisir kontraksi otot leher dan bahu.

Meski posisi duduk sudah ergonomis, bekerja dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama tetaplah tidak sehat. Melakukan peregangan secara rutin seperti dengan berdiri dan berjalan kecil untuk beberapa menit, bisa menjadi cara untuk mengatasi kekakuan otot pada leher dan bahu. Chris Sorrells, seorang ahli terapi okupasi, menyarankan agar Anda mengambil 30 detik “microbreak” setiap 30 menit guna membuat rileks kembali lengan, mata, kepala, dan leher dengan memusatkan mata ke titik sekitar 20 kaki (6 meter) jauhnya.

Sumber gambar : www.majamojokerto.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY