Beberapa Macam Vaksin yang Aman Dilakukan Selama Masa Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pemberian vaksin atau imunisasi memiliki tujuan yang sama yaitu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Secara tidak langsung, vaksin yang diberikan untuk ibu hamil akan diserap oleh janin di dalam kandungan sehingga dengan begitu kekebalan tubuh bayi akan mulai terbentuk sejak dalam kandungan. Berikut 4 macam vaksin yang aman dilakukan selama masa kehamilan:

  1. Vaksin tetanus toxoid

Tetanus merupakan penyakit yang cukup umum terjadi di negara berkembang, imunisasi TT (Tetanus Toxoid) di masa kehamilan terbilang cukup penting. Saat ibu hamil mendapatkan vaksin TT, tubuhnya akan membentuk antibodi yang diteruskan ke janin melalui darah. Dengan begini, ibu dan calon buah hati akan terlindung dari serangan Clostridium tetani, bakteri penyebab tetanus yang terdapat pada debu, kotoran manusia dan hewan serta besi berkarat.

Apabila ini adalah kehamilan pertama, dokter akan menyuntikkan vaksin TT setidaknya dua kali, yaitu saat kandungan berusia 7 dan 8 bulan. Sementara, bila ini merupakan kehamilan kedua, dokter akan melihat riwayat vaksin ibu hamil terlebih dulu. Jika pada kehamilan sebelumnya sudah diberi vaksin dua kali, maka dokter hanya akan memberikan booster atau suntikan penguat vaksin. Akan tetapi, bila jarak antara kehamilan pertama dan kedua cukup jauh, dokter akan melihat kondisinya sebelum menentukan keperluan pemberian vaksin TT.

  1. Vaksin hepatitis B

Umumnya seseorang tidak langsung menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus hepatitis B. Vaksin Hepatitis B terbuat dari bahan rekombinan yaitu vaksin yang dibuat dengan bahan rekayasa genetika sehingga menyerupai virus Hepatitis B. Bayi baru lahir pun diwajibkan segera mendapat imunisasi Hepatitis B. Imunisasi hepatitis B sangat perlu bagi ibu hamil. Bahayanya, janin bisa ikut tertular ketika menjalani proses kelahiran.

Vaksin ini aman diberikan kepada ibu hamil. Waktu pemberian imunisasi ini adalah pada kehamilan bulan pertama, kedua, dan keenam. Ibu hamil akan diperiksa kadar HbsAg dan Anti-Hbs-nya (reaksi antigen-antibodi). Jika hasil Anti-HbsAg-nya positif, ibu tidak perlu imunisasi lagi karena sudah mempunyai zat antobodi atau kekebalan hepatitis B. Biasanya setelah imunisasi, timbul demam ringan dan nyeri pada bekas suntikan. Bila tidak ada infeksi dan belum mempunyai antibodi, maka vaksin hepatitis B dapat diberikan kepada ibu hamil.

  1. Vaksin influenza

Vaksin flu dianjurkan untuk semua ibu yang akan hamil selama musim flu. Vaksin flu berasal dari virus mati, jadi aman untuk ibu maupun janin. Tapi Anda harus menghindari FluMist, vaksin semprot hidung yang berasal dari virus hidup.

Calon ibu yang mengalami flu terutama selama pertengahan kehamilan lebih rentan mengalami gejala parah atau komplikasi seperti pneumonia. Flu menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan dan batuk. Gejala biasanya berlangsung sekitar 4 hari, meski batuk dan lelah bisa selama dua minggu atau lebih.

Flu tidak membahayakan janin tapi hubungi dokter bila mengalaminya, perbanyak istirahat, dan minum banyak cairan. Beritahu dokter bila Anda tidak merasa lebih baik setelah beberapa hari atau bila Anda kesulitan bernafas, karena ini bisa jadi tanda komplikasi serius seperti pneumonia.

  1. Vaksin meningicoccal

Manfaat imunisasi meningococcal adalah mencegah penyakit meningitis atau radang selaput otak pada bayi. Imunisasi jenis ini hendaknya diberikan pada ibu hamil pada usia kehamilan trimester pertama.

Untuk menjaga kesehatan pada waktu hamil, selain dengan melakukan vaksin, konsumsilah makanan bergizi dan biasakan untuk berolahraga. Disamping itu, hindari kegiatan atau aktivitas yang bisa membahayakan keselamatan janin. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here