Beberapa Tipe Janin Sungsang

www.edukia.org

SehatFresh.com – Bayi Sungsang adalah kondisi janin yang siap dilahirkan tidak berada pada posisi yang seharusnya, yaitu dengan posisi kepala masuk ke rongga panggul dengan kaki di atas. Hal ini memang sering terjadi pada ibu hamil yang disebabkan saat kehamilan mencapai 28 minggu, janin biasanya masih bebas bergerak.

Bayi sungsang biasanya memiliki posisi yang berbeda-beda. Terdapat tiga posisi bayi sungsang yang perlu Anda ketahui

  • Complete breech (sungsang janin sempurna), posisi bokong janin berada di atas mulut rahim, kedua kaki terlipat sempurna, menghadap ke atas dan sejajar dengan telinga. Dilihat secara sekilas, posisi janin seperti posisi jongkok.
  • Frank breech adalah janin sungsang dengan posisi bokong berada di bawah, kedua tungkai terangkat ke atas dan hampir menyentuh telinga, sejajar dengan bahu atau kepala. 65-70% dari seluruh janin sungsang mengalami posisi Frank breech
  • Incomplete breech (sungsang Janin tidak sempurna) adalah kondisi ketika satu kaki janin berada di atas sedangkan kaki lainnya berada di bawah.

Penatalaksanaan dalam kehamilan

Mengingat bahaya-bahayanya, sebaiknya persalinan dalam letak sungsang dihindarkan. Bila pada waktu pemeriksaan antenatal dijumpai letak sungsang, terutama pada primigravida, hendaknya diusahakan melakukan versi luar menjadi presentasi kepala. Versi luar sebaiknya dilakukan pada kehamilan antara 34 dan 38 minggu. Pada umumnya versi luar sebelum minggu ke-34 belum perlu dilakukan, karena kemungkinan besar janin masih dapat memutar sendiri, sedangkan setelah minggu ke-38 versi luar sulit untuk berhasil karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relatif berkurang.

Sebelum melakukan versi luar, diagnosis letak janin harus pasti, sedangkan denyut jantung janin harus baik. Apabila bokong sudah turun, bokong harus dikeluarkan lebih dahulu dari rongga panggul, tindakan ini dilakukan dengan meletakkan jari-jari kedua tangan penolong pada perut ibu bagian bawah untuk mengangkat bokong janin. Kalau bokong tidak dapat dikeluarkan dari panggul, usaha untuk melakukan versi luar tidak ada gunanya. Setelah bokong keluar dari panggul, bokong ditahan dengan satu tangan, sedang tangan yang lain mendorong kepala ke bawah sedemikian rupa, sehingga fleksi tubuh bertambah.

Selanjutnya kedua tangan bekerjasama untuk melaksanakan putaran janin untuk menjadi presentasi kepala. Selama versi dilakukan dan setelah versi berhasil denyut jantung janin harus selalu diawasi. Sesudah janin berada di keadaan presentasi kepala, kepala didorong masuk ke rongga panggul. Versi luar hendaknya dilakukan dengan kekuatan yang ringan tanpa mengadakan paksaan. Versi luar tidak ada gunanya dicoba bila air ketuban terlalu sedikit, karena usaha tersebut tidak akan berhasil.

Versi ini dilakukan apabila melahirkan dengan keadaan sungsang, biasanya seorang Ibu yang ingin melahirkan melakukan geraakan menungging atau seperti posisi sujud. Hal ini digunakan agar posisi bayi sungsang dapat dilahirkan dengan normal.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY