Bekas Luka Tumbuh Berlebihan Dan Menjadi Lebih Keras (Keloid)

SehatFresh.com – Ketika kulit terluka, jaringan fibrosa atau yang disebut juga jaringan parut, akan terbentuk di atas luka untuk memperbaiki dan melindungi cedera. Dalam beberapa kasus, jaringan parut bisa menjadi tumbuh berlebihan dan menjadi lebih keras, ini disebut keloid. Secara sederhanya, keloid ini bisa digambarkan sebagai bekas yang menonjol di atas permukaan kuliy. Keloid bisa jauh lebih besar daripada luka asli dan dapat memengaruhi setiap bagian dari tubuh. Namun, paling sering ditemukan di dada, bahu, telinga, dan pipi.

Bekas luka keloid mungkin gatal, tapi biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan. Anda mungkin mengalami ketidaknyamanan, nyeri, atau mungkin iritasi dari pakaian atau benda lain yang mengakibatkan gesekan. Pada kasus yang jarang, Anda mungkin mengalami jaringan parut keloid pada sejumlah bagian tubuh. Ketika ini terjadi, keloid tersebut dapat membatasi gerakan Anda.

Sebagian besar jenis cedera kulit dapat berkontribusi untuk jaringan parut keloid. Ini termasuk bekas luka jerawat, luka bakar, bekas cacar, tindik telinga, cakaran, bekas sayatan operasi dan bekas vaksinasi. Menurut American College of Osteopathic Dermatologi (AOCD), diperkirakan 10 persen orang di dunia mengalami luka keloid.

Ada dugaan keloid berkaitan dengan komponen genetik, di mana Anda lebih mungkin mengembangkannya jika salah satu orang tua pernah mengalami kondisi serupa. Menurut sebuah studi dari Henry Ford Hospital di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, gen yang dikenal sebagai gen AHNAK mungkin memainkan peran dalam pengembangan keloid pada seseorang. Para peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki gen AHNAK mungkin lebih mungkin mengembangkan bekas luka keloid dibandingkan mereka yang tidak memilikinya

Keloid lebih cenderung mengganggu dari segi estetika dibandingkan sisi kesehatan. Anda tentunya akan merasa kurang percaya diri jika mendapati adanya keloid yang besar atau di lokasi yang sangat terlihat, seperti pada wajah. Paparan sinar matahari atau tanning dapat mengubah warna jaringan parut, sehingga sedikit lebih gelap dari kulit sekitarnya. Hal ini dapat membuat keloid menjadi semakin kelihatan.

Keloid biasanya tidak memerlukan perhatian medis, tetapi Anda bisa menghubungi dokter jika pertumbuhannya terus berlanjut, mengembangkan gejala tambahan, atau jika Anda ingin menghilangkan keloid melalui prosedur operasi. Keloid bersifat jinak, namun pertumbuhan yang tidak terkontrol mungkin merupakan tanda dari kanker kulit.

Setelah mendiagnosis jaringan parut keloid oleh ujian visual, dokter mungkin melakukan biopsi untuk menyingkirkan kondisi lainnya. Ini melibatkan pengambilan sampel kecil jaringan dari daerah bekas luka dan menganalisisnya untuk kemungkinan sel-sel kanker.

Meskipun jarang menyebabkan efek samping yang merugikan, keloid bisa menjadi hal yang menjengkelkan dan memalukan secara fisik karena mengganggu penampilan. Pengobatan untuk jaringan parut keloid bisa sulit dan tidak selalu efektif. Untuk alasan ini, penting untuk sebisa mungkin menjaga dan mencegah agar kulit tidak mengalami luka.

Sumber gambar : en.wikipedia.org

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY