Benarkah Aktivitas Seks Mengakibatkan Stroke?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada banyak anggapan bahwa seks dapat memicu stroke, benarkah anggapan seperti ini? Sebenarnya bukannya seks mengakibatkan stroke. Tapi orang yang pernah stroke biasanya harus menghindari seks, jika tetap melakukan hubungan seks maka bisa memicu terjadinya stroke.

Kehidupan seks yang bisa jadi berubah setelah seseorang mengalami stroke. Stroke bisa mengakibatkan disfungsi seksual. Stress setelah stroke dapat membuat seseorang menjadi kurang romantis. Dinamika seks biasanya berubah, karena menimbulkan afasia seperti ketidakmampuan berbicara, hemiplegia atau kelumpuhan atau hemiparesis.

Beberapa alasan mengapa stroke sangat mengganggu aktivitas sosial yaitu sebagai berikut:

  • Trauma Terjadi Stroke

Stroke mengakibatkan terjadinya trauma, sehingga aktivitas seksual dapat berkurang. Dokter tentunya menyarankan seseorang yang sudah pernah mengalami stroke untuk menghindari seks sehingga tidak terjadi peningkatan tekanan darah yang dapat membuat pembuluh darah pecah.

Rasa takut sering muncul oleh para penderita stroke karena mengalami disfungsi seksual aktivitas seksual dapat terganggu. Penderita stroke takut memulai seks takut mengalami stroke lagi.

  • Libido yang Terus Menurun

Libido bisa semakin menurun setelah terjadinya stroke karena faktor psikologis yang terganggu sehinga masa depan hubungan seksual bisa terganggu. Biasanya penderita stroke juga akan terganggu dalam urusan keuangan hidupnya.

Libido yang biasanya normal dan terjadi penurunan pasca stroke membuat penderita dan pasangan menjadi lebih renggang karena tidak bisa berhubungan seksual secara mendalam.

  • Kelumpuhan

Stroke dapat membuat otak dapat mengalami kelumpuhan sehingga dapat mengontrol gerakan lengan dan kaki. Kelumpuhan dapat membuat seseorang dapat mengalami keterbatasan dalam melakukan posisi seksual yang kurang baik. Tingkat kerusakan otak bisa terjadi karena stroke.

Stroke dapat membuat seseorang mengalami mati rasa di beberapa bagian tubuh. Kelumpuhan juga akan membatasi gerak dari setiap orang yang ingin melakukan hubungan seksual secara aktif dan ekstrim.

  • Depresi

Depresi dapat membuat aktivitas seks menjadi terhambat. Biasanya setelah mengalami stroke, seseorang akan mengalami depresi yang dapat membuat aktivitas seks menjadi terganggu sehingga membutuhkan obat antidepresan sehingga efeknya ialah terjadi penurunan libido.

Depresi biasanya membuat seseorang tidak memiliki titik fokus sehingga kehilangan kebahagiaan. Padahal berhubungan seksual juga membutuhkan suasana hati yang baik sehingga dapat membahagiakan pasangan.

  • Terjadi Kerusakan Otak

Stroke biasanya juga dapat membuat seseorang mengalami disfungsi seksual karena terjadinya kerusakan otak. Stroke biasanya dapat mempengaruhi sensasi tidak enak di area kelamin, sehingga membuat seseorang mengalami mati rasa di area kelamin.

Stroke dapat membuat seseorang mengalami hipotalamus sehingga dapat mempengaruhi gairah seksual seseorang. Stroke juga dapat menyebabkan perilaku seksual bisa menjadi lebih terhambat. Gairah seksual yang semakin lama semakin hilang biasanya membuat hubungan seksual dengan pasangan menjadi lebih terganggu.

Demikian informasi mengenai kebenaran seks dalam memicu stroke. Semoga bermanfaat bagi Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here