Benarkah Bentuk Vagina Pengaruhi Orgasme Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Orgasme adalah salah satu tujuan yang ingin diraih oleh kebanyakan pasangan saat berhubungan seks. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasangan mencapai orgasme. Apakah bentuk vagina menjadi salah satunya?

Sebelum menjawabnya, mari kita ketahui terlebih dahulu dua jenis orgasme pada wanita yaitu orgasme klitoral dan orgasme vaginal. Orgasme klitoral dicapai melalui stimulus (perangsangan) pada organ klitoris. Sama dengan penis pada pria di mana terdapat banyak sekali saraf sehingga sangat sensitif. Ketika klitoris dirangsang, darah mengalir ke organ kecil ini. Kemudian, membuatnya sedikit membesar. Klitoris akan selalu terisi darah, mirip ketika penis ereksi. Selanjutnya, muncul rasa nikmat yang berawal dari bagian itu dan dapat menyebar ke kepala atau ke bawah melalui paha ke kaki. Puting payudara menjadi ereksi dan pada beberapa orang menghasilkan air susu dalam jumlah sedikit.

Sementara itu, orgasme vaginal didapat melalui rangsangan pada vagina, bukan klitoris. Beberapa kalangan juga menyebut orgasme jenis ini sebagai orgasme G-spot. Nah, sekarang mari kita cari tahu adakah hubungan antara bentuk vagina dan orgasme. Dilansir Step to Health, studi dari University of Emory di Amerika Serikat (AS) menyebutkan, bentuk vagina menjadi salah satu faktor kuat seorang wanita dalam mencapai orgasme. Adapun jarak antara vagina dan klitoris pun menentukan rangsangan, apakah mampu membuat Anda melayang.

Penelitian tersebut juga menyebutkan jika vagina yang berukuran 2,5 cm atau kurang dari klitoris, orgasme akan mudah dicapai melalui penetrasi. Hal ini lantaran gesekan yang terjadi membuat klitoris mudah terangsang karena jaraknya yang dekat.

Sebaliknya, jika vagina terletak berjauhan dengan klitoris, Anda harus mendapatkan stimulasi tambahan untuk mencapai orgasme. Oleh sebab itu, klitoris juga harus mendapat stimulasi sembari melakukan penetrasi agar orgasme terasa begitu nikmat dan menggetarkan.

Tak hanya berbicara soal kenikmatan, dengan mencapai orgasme, diyakini Anda akan hidup lebih sehat. Hal ini karena orgasme dapat membuat Anda lebih mudah mendapatkan tidur yang berkualitas. Ketika Anda mencapai orgasme, tubuh Anda akan memproduksi hormon oksitosin, endorfin dan prolaktin. Ketiga hormon tersebut menimbulkan efek sedatif yang membantu Anda tertidur lelap.

Kaitan antara bentuk vagina dan orgasme juga dibuktikan melalui penelitian lainnya. Penelitian yang dimaksud adalah dari pakar anatomi Leslie Hoffman di Indiana University. Ia menyebutkan, bentuk kelamin wanita ternyata menentukan kemampuannya dalam mencapai orgasme. Diungkapkan Hoffman, semakin dekat jarak klitoris dengan uretra opening (saluran kemih wanita), semakin mudah wanita mencapai orgasme tanpa perlu stimulasi tambahan.

Elisabeth Lloyd, peneliti seks, gender dan reproduksi dari Kinsey Institute menambahkan bahwa jarak ideal antara klitoris dengan uretra adalah 2,5 cm atau kurang agar wanita masih dapat menikmati rangsangan yang cukup selama hubungan seksual. Jika jarak keduanya sekitar 3 cm atau lebih, maka kemungkinan akan sulit untuk stimulasi yang efektif. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here