Benarkah Kebotakan di Usia Muda Tanda Pria Tidak Subur?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejumlah orang mengaitkan kebotakan dengan tingkat kesuburan (fertilitas) pria. Apakah pendapat tersebut terbukti ilmiah? Pertanyaan lain yang mengemuka adalah apakah kebotakan di usia muda  tanda pria tidak subur?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengenali apa yang disebut dengan androgenetic alopecia atau pola kebotakan pria. Androgenetic alopecia adalah bentuk kerontokan rambut paling umum pada pria dan wanita. Kondisi tersebut kerap berkembang menjadi kebotakan dan mempengaruhi setengah dari pria berusia di atas 50 tahun, tapi bisa dimulai sejak usia akhir remaja mereka.

Dalam penelitian baru yang dilaporkan dalam jurnal Dermatologica Sinica, para ahli kesuburan dan dermatologis melihat adanya hubungan antara kualitas sperma dan kesuburan. Dokter melakukan serangkaian tes pada pria dengan usia rata-rata 31 tahun, dengan kerontokan rambut normal sampai ringan dan kerontokan rambut moderat sampai parah.

Mereka menemukan, pria dengan kerontokan rambut dari moderat sampai parah memiliki sperma yang secara signifikan lebih rendah dari biasanya daripada mereka yang kerontokan rambutnya ringan sampai normal. Volume sperma juga menurun sebesar 20%.

Semakin parah kebotakan yang dialami seseorang di usia muda berkaitan dengan peningkatan risiko kualitas sperma yang rendah. Pria muda dengan derajat kebotakan sedang hingga berat mengalami penurunan kadar SBHG (sex hormone-binding globulin) dalam darahnya. SHBG merupakan sebuah protein kompleks yang berikatan dengan hormon seks manusia antara lain androgen dan estrogen. SBHG dan hormon seks memiliki peran dalam rangkaian proses kesuburan manusia. Kadar SBHG yang rendah berakibat pada penurunan proses produksi dan pematangan sel sperma.

Pendapat populer yang mengatakan pria botak lebih jantan sebetulnya didasarkan pada gagasan bahwa mereka memiliki tingkat testosteron lebih tinggi. Hormon pria yang memberikan dorongan seks mereka tinggi juga menyebabkan hilangnya rambut di usia muda.

Namun, sekarang juga diketahui bahwa beberapa laki-laki dengan tingkat testosteron rendah juga mengalami kerontokan rambut lebih awal. Pola kebotakan pada lelaki disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan hormonal yang kompleks.

Pada beberapa kasus, pria yang mengalami kebotakan di usia muda juga dapat mengalami hipogonadisme. Hipogonadisme adalah kondisi kekurangan hormon reproduksi, yang salah satunya ditandai dengan kekurangan kadar testosteron dalam tubuh. Padahal, hormon testosteron memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seksual pria.

Pria yang memiliki rambut wajah lebih banyak seperti pada bagian kumis, jenggot dan juga alat kelamin identik dengan tingkat hormon yang baik. Kemudian, biasanya tanda ini juga berhubungan dengan kemampuan pria yang memang memiliki sperma yang sehat dalam jumlah normal. Perubahan pertumbuhan rambut pada wajah juga sering berhubungan dengan masalah kromosom dan kelainan genetik dalam tubuh.

Intinya, pria dengan rambut botak di usia muda bukan berarti serta-merta tidak akan bisa memiliki keturunan. Tapi, kondisi tersebut mungkin dapat menjadi salah satu petunjuk adanya gangguan dalam tubuh seorang pria. Maka, deteksi dini terhadap risiko penyakit serius serta konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here