Benarkah Liquid Rokok Elektrik Dapat Memicu Kanker

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Peminat rokok semakin tahun semakin bertambah, sehingga inovasi dalam bidang tersebut juga bertambah. Jika dulu rokok dinikmati dengan bentuk batang saja, sekarang sudah ada inovasi baru yaitu disebut dengan rokok elektrik atau vape.

Jika rokok berbentuk batang dan isinya padat berupa tembakau dan campuran lainnya. Rokok elektrik berbeda, rokok elektrik ini berupa liquid atau cairan. Cairan dalam rokok elektrik ini tidak hanya satu rasa saja, rokok tersebut memiliki variasi rasa hingga rasa buah-buahanpun ada.

Pada awal munculnya rokok elektik, liquid yang digunakan masuk dalam kategori aman karena sama dengan yang digunakan dalam perasa makanan. Namun hal itu berlaku jika liquid tersebut dimakan dan bukan dihirup seperti rokok elektrik. Sehingga penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa ternyata liquid rokok elektrik yang dihirup secara berlebihan akan meningkatkan risiko terkena kanker.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa menghirup cairan rasa, walaupun dalam jumlah kecil, hal tersebut dapat meningkatkan risiko kanker dan bahkan penyakit jantung. Penelitian tersebut menjadi perhatian karena terdapat sebanyak 8.000 varian rasa yang tersedia di pasar. Banyak varian rasa tersebut dibuat karena memang untuk menarik pembeli dari kalangan dewasa muda.

Cairan dalam rokok elektrik tersebut menciptakan aldehida atau senyawa organik yang melebihi batas keamanan dalam takaran kesehatan. Hal itu diteliti oleh Desert Research Institute, Nevada, yang mengukur konsentrasi 12 aldehida dalam aerosol yang dihasilkan oleh 3 perangkat rokok elektrik. Penelitian tersebut menemukan cairan kandungan rasa tinggi menghasilkan jumlah yang lebih tinggi dari aerosol akibat proses pirolisis. Produksi aldehida beracun eksponsial tergantung pada konsentrasi senyawa penyedap. Satu kepulan yang diuji dalam penelitian yang dilakukan menghadapkan perokok mendapatkan aldehida berbahaya ini, yang sebagian besar berasal dari dekomposisi termal dari senyawa penyedap.

Hasil dari penelitian di atas menunjukan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut dan menyeluruh terhadap efek cairan rasa aditif pada pembentukan aldehida dan senyawa beracun lainnya di uap rokok elektrik. Jika penelitian tersebut ditindak lanjuti maka akan lebih jelas apakah cairan rokok elektrik dapat memicu penyakit kanker pada perokok rokok elektrik tersebut.

Meski penelitian tersebut perlu tindak lanjut, tidak serta merta anda tidak percaya dengan penelitian tersebut. Sebab dampaknya tidak ringan karena dapat memicu terkena kanker. Oleh karena itu, bagi anda para penggemar rokok elektrik sebaiknya lebih bijaksana lagi saat mengonsumsinya. Konsumsi secukupnya dan tidak berlebihan. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here