Benarkah Menelan Sperma Bisa Membuat Hamil?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehidupan seksual kerap disisipi dengan fakta dan rumor. Tak sedikit rumor yang beredar mengarah ke mitos. Salah satunya adalah sperma yang tertelan bisa menyebabkan kehamilan. Apakah benar?

Sebelum mengetahuinya, mari kita simak karakteristik sperma dan sel telur terlebih dahulu. Sel sperma manusia berukuran sekitar 50 mikrometer. Anda tidak dapat melihatnya hanya dengan menggunakan mata telanjang. Anda baru bisa melihatnya dengan bantuan mikroskop. Sementara itu, sel telur wanita berukuran 30 kali lipat lebih besar daripada ukuran sperma.

Dalam setiap 1 ml cairan ejakulasi, terkandung jumlah sel sperma yang bervariasi, yakni antara 20–100 juta sel. Pada umumnya, seorang pria memproduksi cairan semen sebanyak 1,5–5 ml.

Sperma dalam udara terbuka hanya dapat bertahan hidup dalam waktu yang sebentar, yakni lima detik sehingga tidak berpotensi menyebabkan kehamilan. Di dalam tubuh wanita sendiri, sperma dapat bertahan hidup hingga lima hari, bergantung pada kondisinya. Jadi, jika Anda berhubungan seksual tanpa pengaman beberapa hari sebelum masa subur, maka Anda memiliki kemungkinan untuk hamil.

Jika sperma tertelan melalui mulut, maka sperma akan memasuki saluran cerna, bukan saluran reproduksi. Sperma yang masuk ke dalam saluran cerna akan mati oleh asam lambung dan enzim pencernaan. Di samping itu, antara saluran pencernaan dan rahim dihubungkan oleh aliran pembuluh darah. Sperma tidak dapat ‘berenang’ di dalam aliran darah.

Jadi, kehamilan dapat terjadi jika sperma bertemu dengan sel telur. Lalu, terjadilah pembuahan. Tetapi jika sperma dan sel telur tidak bertemu, maka tidak akan terjadi pembuahan dan tentu tidak akan terjadi kehamilan. Bertemunya sperma dan sel telur ini terjadi bila terdapat penetrasi penis ke dalam vagina.

Bila menelan tertelan tidak menyebabkan kehamilan, apakah berdampak bagi kesehatan? Jawabannya bisa berdampak bagi kesehatan. Sperma yang keluar dari alat kelamin pria belum tentu bersih. Sperma yang berada di luar menjadi perantara perpindahan bakteri. Bila Anda menelan sperma, bisa jadi banyak bakteri yang Anda telan dan menyebabkan gangguan pada mulut.

Selain itu, sperma bukanlah sesuatu untuk dikonsumsi. Mereka yang tak pernah menelan sperma dan ingin mencobanya sekali pasti tidak akan merasakan apa-apa serta tidak mendapat manfaat. Dengan kata lain, menelan sperma tidak memiliki manfaat apapun. Jika masih ada yang menyebutkan bahwa sperma itu sehat dan bisa dijadikan sebagai obat, hal ini pun belum terbukti secara medis.

Biasanya, pasangan yang menelan sperma dihinggapi rasa penasaran. Kepuasan lain mungkin bisa diperoleh karena ada sesuatu yang berbeda dari aktivitas seksual yang mereka lakukan. Namun, alangkah baiknya mempertimbangkan pula risiko terpapar penyakit dari sperma yang belum tentu bersih itu dan bisa menjadi media penyebaran bakteri merugikan di udara terbuka. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY