Benarkah Mengonsumsi Santan Dapat Menyebabkan Kolesterol?

www.sehatfreshfresh.com

SehatFresh.com – Santan merupakan cairan yang berwarna putih seperti susu yang di hasilkan dari perahan daging kelapa. Santan digunakan sebagai bahan pembuatan makanan. Menambahkan santan dalam makanan membuat makanan tersebut menjadi gurih dan terasa lebih nikmat. Kandungan yang terdapat didalam santai yaitu kalori dan lemak, protein dan karbohidrat, vitamin dan mineral. Ada sebuah rumor di masyarakat yang mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan bersantan akan menyebabkan kadar kolesterol. Dari rumor tersebut tidak banyak orang yang menghindari makanan yang mengandung santan tersebut.

Benarkah sebuah rumor yang mengatakan bahwa mengonsumsi santan dapat memicu terjadinya penyakit kolesterol? Kolesterol merupakan metabolit yang mengandung lemak sterol yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah. Sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol normal pada manusia di bawah 200 mg/dl. Apabila diatas 240 mg/dl maka sudah di katakan tidak normal. Penyakit kolesterol memicu terjadinya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.

Menurut dr. Hardianto Setiawan Ong,SpPD-KGEH seorang pakar kesehatan menyatakan bahwa makanan bersantan memang memberikan sensasi gurih pada makanan yang sedang di nikmati. Tetapi mengkonsumsi makanan bersantan akan beresiko pada kesehatan khususnya bagi kesehatan jantung. Karena pada santan mengandung bahan lemak yang jahat yang sangat beresiko bagi kesehatan. Menerut ahli kesehatan tersebut menyebutkan bahwa santan terdiri dari lemak dan gula. Jika sering mengkonsumsi santan maka resiko terkena kolesterol dan tekanan darah tinggi akan meningkat. Kedua kandungan tersebut bisa berimbas pada penyempitan pembuluh darah yang pada akhirnya bisa memicu stroke atau penyakit jantung koroner.

Tetapi menurut pendapat lain menyatakan bahwa sesungguhnya hasil riset penelitian dan juga hasil literatur kelapa merupakan salah satu makanan yang luar biasa. Kandungan asam lemak jenuh didalam kelapa akan langsung diubah menjadi energi oleh tubuh. Kandungan lemak tersebut bukan lemak jahat melainkan lemak jenuh. Untuk itu apabila mengkonsumsi kepala dalam bentuk minyak dan santan kelapa tidak akan menyebabkan masalah obesitas ataupun meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Akan tetapi minyak kelapa justru meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang berfungsi untuk melindungi jantung. Sehingga penelitian tersebut menyimpulkan bahwa lemak jenuh yang terkandung dalam buah kelapa adalah jenis lemak jenuh rantai medium atau asam laurat yang justru berfungsi untuk kesehatan jantung karena kadar kolesterol tidak akan meningkat.

Masalah kandungan lemak yang terdapat pada santan masih menjadi perdebatan dan kontraversi apakah sehat atau tidak. Namun menurut National Heart Foundation dan American Heart Association tetap menganjurkan untuk mengkonsumsi santan dalam batas yang wajar. Sebaiknya mengkonsumsi santan di campur dengan sayuran, ikan, ayam atau tofu serta menyarankan agar mengkonsumsi santan lebih baik santan yang encer jangan yang kental. Karena santai yang lebih kental mengandung lebih banyak kalori dibandingkan santai encer. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here