Benarkah Olahraga Berlebihan Berakibat Sulit Hamil?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Olahraga dapat membuat tubuh sehat dan fit. Tapi, Anda juga harus memperhatikan intensitas olahraga itu sendiri. Jika melampaui batas, maka bisa menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk ketidaksuburan (infertilitas).

Para peneliti menemukan, wanita yang berolah raga terlalu berat setiap hari memiliki tingkat kortisol tinggi dan hormon tiroid rendah. Kedua faktor tersebut mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatasi stres dalam jangka panjang. Hal ini pada akhirnya dapat mempengaruhi keseimbangan hormon secara keseluruhan dan kesuburan.

Secara tidak langsung, berolah raga melampaui batas dan dilakukan dalam waktu lama juga bisa mempengaruhi siklus haid Anda. Intensitas olahraga terlalu tinggi menyebabkan banyak lemak dalam tubuh terbakar. Padahal, lemak dalam tubuh berfungsi memproduksi estrogen.

Tubuh wanita yang memiliki lemak terlalu sedikit tidak dapat secara teratur berovulasi sehingga dapat mengakibatkan haid terhenti (amenorrhea). Kondisi ini juga berujung pada infertilitas. Bila tidak terjadi ovulasi dalam organ reproduksi, kehamilan juga akan sulit terjadi.

Sebuah studi menyeluruh menyatakan, wanita yang melakukan olahraga berat memiliki tingkat lemak tubuh sangat rendah. Hal ini pada akhirnya dapat menurunkan kesuburan.

Studi sebelumnya mengikuti lebih dari 3.500 wanita Denmark berusia 18–40 tahun yang sedang berusaha untuk hamil selama setahun. Mereka semua dilaporkan berada dalam hubungan stabil dengan pasangan prianya dan tidak menjalani perawatan kesuburan.

Para peneliti menemukan, wanita yang menjalani olahraga ringan lebih cepat hamil, terlepas dari berat badan wanita tersebut. Wanita yang menghabiskan lebih dari lima jam per minggu untuk berolah raga, 18% lebih mungkin untuk hamil ketimbang wanita yang melakukan olahraga ringan selama kurang dari 1 jam setiap minggu.

Namun, pada wanitan dengan berat badan normal dan sangat ramping yang melakukan olahraga berat, seperti berlari, membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Mereka yang berolah raga keras selama lebih dari lima jam setiap minggu memiliki kesempatan 32% lebih rendah untuk hamil selama siklus menstruasi ketimbang wanita yang tidak berolah raga terlalu berat.

Lalu, apa solusinya? Jangan berhenti berolah raga. Namun, lakukan olahraga ringan dengan intensitas sedang. Berolah raga cukup dilakukan 4–5 hari per minggu selama 30 menit untuk menjaga denyut jantung (120–130 denyut per menit).

Lakukanlah olahraga moderat, seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda. Olahraga moderat bermanfaat untuk membangun stamina, memperkuat otot, dan meningkatkan sirkulasi darah.

Berjalan kaki, contohnya, adalah salah satu latihan prenatal yang paling efektif. Berjalan adalah salah satu bentuk latihan aerobik yang berdampak ringan dan tidak berisiko menyebabkan trauma abdomen. Tak hanya itu, Anda dapat melanjutkan latihan berjalan kaki ini bahkan setelah hamil.

Berolah raga memainkan peran besar dalam mengatur berat badan. Menjaga berat badan tetap ideal sangat penting untuk menunjang kehamilan. Selain itu, hindari pula kondisi yang dapat menyebabkan ketidaksuburan, seperti gaya hidup tidak sehat. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY