Benarkah Puasa Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Allah SWT menurunkan bulan Ramadhan setiap tahunnya, bukan tanpa alasan. Pasalnya selain menjadi bulan istimewa bagi umat Islam untuk berlomba-lomba mengumpulkan pahala, bulan Ramadhan juga memiliki banyak manfaat dalam kesehatan. Hal tersebut terjadi karena di bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan berpuasa, yang rupanya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Berpuasa dapat meningkatkan sel darah putih

Ketika berpuasa tubuh seseorang akan mengalami kekurangan asupan energi dan nutrisi, karena tidak ada makanan atau cairan yang masuk ke dalam tubuh sejak pagi hari hingga petang. Meskipun begitu, bukan berarti tubuh orang yang berpuasa menjadi lemah.

Justru dengan kondisi berpuasa tubuh menjadi lebih sehat. Lantas bagaimana kaitannya berpuasa dengan peningkatan kekebalan tubuh? Rupanya hal tersebut tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan sel darah putih yang terdapat di dalam tubuh manusia.

Seperti yang diketahui jika sel darah putih sangat bermanfaat untuk melawan bakteri, virus, hingga benda asing lainnya yang akan menyerang tubuh. Alhasil jika sel darah putih meningkat, maka akan berdampak positif pada peningkatan daya tahan tubuh seseorang.

Sel di dalam tubuh manusia dapat berkembang biak melalui dua cara. Pertama dengan cara meosis dan kedua dengan cara metosis. Meosis adalah proses pembelahan sel-sel reproduksi, sementara metosis adalah proses pembelahan berbagai sel-sel yang terdapat dalam tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Selain berfungsi untuk menjaga kesehatan ginjal, puasa juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Caranya dengan meremajakan kembali sel-sel darah putih di dalam tubuh manusia. Tentu saja hal ini menjadi salah satu hikmah dibalik ibadah puasa, sekaligus sebagai penegasan bahwa Allah SWT tidak akan pernah menciptakan segala sesuatu hal tanpa ada manfaatnya.

Sel-sel baru akan terbentuk ketika seseorang menjalankan puasa

Seperti yang diketahui jika sel di dalam tubuh manusia berjumlah milyaran. Oleh karena itu dibutuhkan penggantian sel-sel baru dalam kurun waktu tertentu. Meski demikian penggantian sel-sel tidak mudah dilakukan, karena akan mendapat berbagai hambatan. Disinilah manfaat berpuasa karena dapat mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi.

Ketika seseorang menjalani ibadah puasa akan mengalami penurunan energi. Sementara disatu sisi energi masih dibutuhkan, meskipun tidak dalam jumlah yang besar. Alhasil dalam memenuhi sumber energi, maka akan diambil dari glikogen yang terdapat di dalam hati atau lemak pada kulit. Dengan mengambil sumber energi tersebut, maka proses pembelahan sel dapat dilakukan dengan sempurna.

Namun perlu diketahui agar pembelahan sel berjalan lancar, maka seseorang harus dapat menjaga amarah yang muncul dari dalam diri. Apabila seseorang tetap emosi ketika menjalani puasa, maka pembelahan sel tidak akan sempurna. Pembelahan sel yang tidak sempurna, maka daya tahan tubuh yang dihasilkan juga tidak akan baik. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here