Bentuk Awal Kanker Payudara Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker payudara masih menjadi kanker paling berbahaya dan mematikan bagi wanita. Kanker ini umumnya ditandai oleh perubahan pada payudara, seperti benjolan, perubahan tampilan payudara, dan pendarahan pada puting. Nah, ternyata perubahan pada payudara ini tidak selalu berbahaya, jika dideteksi lebih dini tidak membutuhkan pengobatan yang rumit layaknya pengobatan untuk kanker payudara yang sudah bersifat invasif. Bentuk awal atau dini dari kanker payudara ini disebut ductal carcinoma in situ (DCIS).

Apa itu ductal carcinoma in situ (DCIS)?

Karsinoma duktal in situ (DCIS) adalah adanya sel-sel abnormal di dalam saluran susu di payudara. DCIS dianggap bentuk paling awal dari kanker payudara. DCIS bersifat noninvasif, yang berarti belum menyebar keluar dari saluran susu untuk menyerang bagian lain dari payudara.

DCIS biasanya ditemukan ketika seseorang menjalani tes mammogram sebagai bagian dari skrining kanker payudara atau ketika ada kekhawatiran lain dengan payudara.  DCIS tidak berakibat fatal, dan tidak memerlukan pengobatan untuk mencegah kondisi invasif. Kebanyakan wanita dengan DCIS dapt ditangani dengan cepat melalui operasi konservasi payudara dan radiasi.

Gejala Ductal Carcinoma In Situ (DCIS)?

DCIS tidak menyebabkan tanda-tanda atau gejala pada kebanyakan kasus. Namun, kadang-kadang menunjukkan beberapa tanda dan gejala, seperti: benjolan pada payudara dan puting berdarah. Selama melakukan tes mammogram, DCIS muncul seperti kalsifikasi berkelompok yang memiliki bentuk dan ukuran yang tidak teratur.

Penyebab Ductal Carcinoma In Situ (DCIS)?

Sampai saat ini jelas apa yang menyebabkan DCIS. DCIS terbentuk ketika terjadi mutasi genetik dalam DNA sel saluran payudara. Mutasi genetik menyebabkan sel muncul normal, tetapi sel-sel belum memiliki kemampuan untuk keluar dari saluran payudara. Para peneliti tidak tahu persis apa yang memicu pertumbuhan sel yang tidak normal yang memicu DCIS. Diduga bahwa sejumlah faktor dapat berperan, termasuk gen dari orang tua, lingkungan dan gaya hidup.

Bentuk paling awal dari kanker payudara ini lebih berkemungkinan menyerang wanita dengan faktor berikut:

  • Bertambahnya usia
  • Sejarah pribadi memiliki penyakit payudara jinak, seperti hiperplasia atipikal
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara
  • Kehamilan pertama setelah usia 30
  • Mengambil kombinasi terapi penggantian hormon estrogen-progestin selama lebih dari tiga sampai lima tahun setelah menopause
  • Mutasi genetik yang meningkatkan risiko kanker payudara, seperti dalam gen kanker payudara BRCA1 dan BRCA2
  • Kegemukan (obesitas)

Tes dan Pemeriksaan

Tes dan pemeriksaan untuk mendeteksi DCIS biasanya berupa:

Pencitraan payudara

DCIS paling sering terdeteksi ketika seseorang menjalani prosedur mammogram yang diperlukan untuk skrining kanker payudara. Jika sekelompok bercak mencurigakan seperti noda putih terang (microcalcifications) dengan bentuk atau ukuran yang tidak teratur teridentifikasi pada saat tes mammogram, ahli radiologi mungkin akan merekomendasikan pencitraan payudara tambahan, misalnya tes mammogram diagnostik.

Mengambil sampel jaringan payudara untuk pengujian

Untuk mengambil sampel jaringan payudara untuk pengujian lebih lanjut, pasien harus menjalani satu atau lebih prosedur biopsi payudara berikut.

  • Biopsi jarum inti. Ahli radiologi atau dokter bedah menggunakan jarum untuk menghapus sampel jaringan pada area payudara yang mencurigakan dengan panduan USG (ultrasound-guided breasr biopsy). Selanjutnya sampel jaringan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
  • Biopsi stereotaktik, mengambil sampel jaringan dengan jarum, namun dengan bantuan gambar stereo (gambar mammogram dari area payudara yang sama yang diambil dari sudut yang berbeda) untuk menemukan area payudara yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut.
  • Biopsi bedah (eksisi lokal luas atau lumpectomy). Jika hasil dari biopsi jarum inti atau biopsi menunjukkan daerah stereotactic DCIS, pasien mungkin akan dirujuk ke ahli bedah guna mengangkat jaringan payudara yang lebih luas untuk analisis.

Ahli patologi akan menganalisis jaringan payudara dari hasil tes biopsi untuk menentukan adanya sel-sel abnormal dan tingkat perkembangannya. Jika tes mammogram menunjukkan mikro-kalsifikasi, ahli patologi akan memeriksa sampel biopsi untuk mengevaluasi kelainan.

Pengobatan Untuk Ductal Carcinoma In Situ (DCIS)

Perawatan untuk DCIS memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dalam kebanyakan kasus, DCIS ditangani dengan mengangkat tumor dan mencegah kekambuhan. Pilihan pengobatan untuk DCIS, meliputi: kombinasi lumpektoni dan terapi radiasi, dan mastektomi sederhana. Untuk kasus tertentu, pilihan pengobatan dapat mencakup: lumpektomi dan kombinasi lumpektomi dan obat tomofixen.

  • Lumpektomi. Lumpektomi adalah pembedahan untuk mengangkat area yang terkena DCIS dan margin jaringan sehat yang mengelilinginya. Prosedur ini memungkinkan pasien untuk tetap menjaga bagian payudara yang masih sehat yang nantinya akan tergantung pada jumlah jaringan yang diangkat, dan biasanya pasien yang menjalani lumpektomi tidak membutuhkan rekonstruksi payudara.
  • Mastektomi. Untuk prosedur mastektomi sederhana, DCIS diobati dengan mengangkat jaringan payudara, kulit, areola dan puting, serta kelenjar getah bening ketiak (sentinel node biopsy).
  • Terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar energy tinggi, seperti sinar-X, untuk membunuh sel-sel abnormal. Terapi radiasi setelah operasi lumpektomi mengurangi kemungkinan kambuhnya DCIS dan memperkecil risiko berkembangnya kanker invasif.
  • Tamofixen. Obat tamofixen berfungi menghadang aksi esterogen – hormon yang mendukung pertumbuhan sel kanker payudara dan mempercepat pertumbuhan tumor- untuk mengurangi risiko berkembangnya kanker payudara invasif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here