Bentuk dan Fungsi Klitoris pada Alat Kelamin Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak banyak pria yang tahu jika wanita memiliki beberapa titik rangsangan. Mungkin kebanyakan pria hanya tahu tentang G-Spot, yang dianggap sebagai titik sensitif wanita ketika berhubungan seksual. Namun ada satu bagian lagi yang juga cukup ampuh dalam membangkitkan gairah seks wanita, yakni klitoris.

Bentuk klitoris

Klitoris tersusun dari satu daerah bulat (kepala), yang biasa disebut kelenjar. Kemudian terdapat juga bagian yang lebih panjang, yang disebut batang. Bagian ini mempunyai bentuk cekungan, yang hampir mirip seperti yang dimiliki penis. Pada umumnya jaringan dari bibir bagian dalam menutupi batang klitoris, termasuk membentuk kulit khatan atau tudung guna melindunginya.

Sementara itu satu-satunya bagian klitoris yang bisa dilihat secara langsung adalah kelenjarnya. Bagian ini terlihat seperti kancing kecil yang mengkilat. Hanya saja pada setiap wanita, ukuran dan bentuknya tidak selalu sama. Secara umum klitoris baru bisa dilihat, setelah mendorong kulit selubung klitoris ke belakang.

Fungsi klitoris

Terdapat banyak sekali ujung saraf di dalam klitoris, serta pada daerah di sekitarnya. Banyaknya ujung saraf tersebut mengakibatkan klitoris menjadi sangat sensitif, apabila disentuh atau mendapat tekanan secara langsung. Jika diamati, hal tersebut hampir mirip dengan penis pria.

Rangsangan yang terjadi di sekitar daerah klitoris, bisa memberikan kenikmatan bagi wanita. Ketika wanita mengalami rangsangan secara seksual, batang dan kelenjar klitoris akan terisi darah sehingga ukurannya lebih membesar. Kelenjar klitoris mampu menggandakan ukuran diameternya, akibat rangsangan yang dialami.

Ketika rangsangan erotik berlangsung dan mencapai orgasme, kemudian klitoris menjadi kurang terlihat. Hal tersebut karena klitoris mulai tertutup oleh jaringan penutup klitoris, yang semakin membesar. Pembesaran tersebut mungkin dirancang guna melindungi klitoris dari kontak langsung.

Klitoris kemudian akan keluar kembali apabila rangsangan dihentikan. Setelah wanita mencapai orgasme, klitoris akan kembali ke ukuran semula. Hal tersebut dikarenakan orgasme yang terjadi mengakibatkan pembubaran darah yang telah terkumpul. Sebaliknya jika wanita tidak mengalami orgasme, maka darah yang sudah mengalir ke dalam klitoris akan tetap berada disana.

Klitoris yang dimiliki wanita bisa dirangsang dengan sentuhan secara langsung ataupun tidak langsung. Ketika melakukan hubungan seksual, penis sebenarnya tidak melakukan sentuhan dengan klitoris secara langsung. Penis yang masuk ke dalam vagina saat penetrasi dengan posisi apapun, hanya menggerakkan labia minora. Dilain pihak gerakan bibir saat menyentuh klitoris, yang biasanya justru mengakibatkan orgasme.

Di satu sisi kontak langsung dengan klitoris bisa dilakukan dengan menggunakan jari, lidah, atau alat penggetar. Hanya saja menyentuh klitoris dengan menggunakan alat penggetar, bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi wanita. Kebanyakan wanita lebih senang menerima sentuhan pada klitorisnya secara lembut, dengan jari ataupun lidah. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here