Berapa lama sperma bisa tetap hidup di tubuh wanita?

SehatFresh.com – Berapa lama sperma bisa tetap hidup di tubuh wanita? Sperma memulai perjalanan melalui vagina wanita dan melalui leher rahim untuk menuju ke rahim. Sperma berenang melalui lendir yang dihasilkan oleh tubuh wanita. Saluran reproduksi yang hangat dan lembab adalah lingkungan yang sempurna untuk sperma. Dalam lingkungan yang sempurna ini, sperma bisa hidup selama lima hari, dan selama sperma masih hidup, kehamilan mungkin. Sebagian sperma akan mati dalam dua hari pertama bahkan dalam lingkungan tubuh wanita yang sempurna.

Sperma yang tidak sampai ke saluran reproduksi bagian atas wanita biasanya akan mati dalam vagina dalam beberapa jam. Di lingkungan luar tubuh manusia, sperma biasanya akan mati dalam beberapa menit. Sperma tidak dapat hidup lama di lingkungan kering dan sejuk karena mereka membutuhkan kehangatan dan kelembaban untuk bertahan hidup. Sperma bisa bertahan hidup dalam air hangat untuk beberapa waktu yang lama, tapi risiko hamil dalam situasi ini adalah rendah karena air mani menjadi encer. Jika ada gelembung atau zat lain di dalam air, ada kemungkinan sperma akan mati oleh zat tersebut.

Sel telur pada tubuh seorang wanita dilepaskan dari ovarium dan akan melakukan perjalanan melalui tuba Fallopi. Jika tidak dibuahi oleh sperma, sel telur akan mati dalam waktu sekitar 12 sampai 24 jam. Pada waktu tersebut, jika sperma hidup memasuki sel telur, pembuahan dapat terjadi meskipun sperma telah berada di tubuh wanita selama beberapa hari. Sekitar 24 jam setelah ovulasi, risiko kehamilan akan hilang karena sel telur sudah mati.

Dari penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa melakukan seks bahkan lima hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan. Selama satu sperma tetap hidup, ada kemungkinan kehamilan. Jika bila belum ada telur yang matang, sperma yang bertahan akan berenang-renang di tuba falopi menunggu kehadiran telur matang.

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa air mani pria yang sehat mengandung sekitar 100 juta sperma di setiap ejakulasi. Sebagian sperma ini tidak akan pernah menyelesaikan perjalanannya menuju saluran telur untuk bertemu dengan sel telur. Hanya sperma terkuat yang dapat menembus membran sel telur, dan pada saat yang tepat ketika wanita berada pada kondisi paling subur, maka pembuahan dapat terjadi.

Sumber gambar : www.harianaceh.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY