Berapa Lama Waktu Tidur yang Baik untuk Anak?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anak-anak umumnya memiliki jam tidur yang lebih lama daripada orang dewasa. Namun, terlalu lama waktu tidur juga berdampak buruk bagi anak. Begitu pula bila terlalu sedikit. Lantas, berapa lama waktu tidur yang baik untuk anak?

Secara bertahap seiring dengan meningkatnya usia, maka makin sedikit waktu tidur yang dibutuhkan anak. Namun, pada dasarnya seorang anak membutuhkan banyak waktu tidur. Berikut adalah angka rata-rata kebutuhan tidur anak:

  • Di bawah usia enam bulan

Dibutuhkan jam tidur kurang lebih 16 sampai dengan 20 jam sehari. Bayi seumur ini umumnya hanya bangun dua hingga tiga jam untuk makan. Saat bayi memasuki usia empat bulan, ritme tidurnya akan lebih stabil.

  • Enam sampai 12 bulan

Bayi usia ini biasanya tidur siang selama tiga sampai empat jam. Lalu, tidur 11–12 jam di malam hari. Bayi seusia ini jarang terbangun di malam hari hanya sekadar untuk makan.

  • Satu sampai tiga tahun

Balita umumnya butuh tidur 10 sampai 13 jam dalam satu hari, termasuk tidur siang satu hingga tiga jam. Hindari anak tidur sejenak sebelum jam tidur malamnya karena akan membuatnya sulit tidur.

  • Tiga sampai lima tahun

Balita seumur ini membutuhkan tidur 10 sampai 12 jam sehari. Biasanya, ia masih membutuhkan tidur siang. Namun, jika tidak memungkinkan, anak Anda butuh tidur malam lebih awal.

  • Enam sampai delapan tahun

Anak usia ini perlu total waktu 10 sampai 11 jam yang didapat dari tidur malam dan bisa saja tanpa perlu tidur siang.

Bila jumlah tidur anak tidak mencapai jumlah di atas, dapat dikatakan kualitas tidur anak akan menurun. Ciri anak yang kurang waktu tidur antara lain kerap tidur bila naik kendaraan, sulit bangun di pagi hari, dan rewel di siang hari. Untuk mengubah pola ini, Anda harus membantu anak terbiasa tidur yang baik dengan mengatur waktu tidur yang tepat.

Jodi Mindell, penulis buku Sleeping Through the Night mengatakan, orangtua kerap menganggap anak yang susah tidur, baik tidur siang atau tidur malam, sebagai anak yang memang waktu tidurnya sedikit. Padahal, bisa jadi anak yang susah tidur tersebut mengalami kekurangan waktu tidur sehingga ia menjadi hiperaktif serta bertingkah berlebihan menjelang waktu tidur. Terkadang, hal ini bisa membuat orangtua jengkel.

Oleh sebab itu, orangtua perlu menciptakan rutinitas tidur anak. Bila anak Anda mulai rewel dan menggosok-gosok matanya, segera letakan di tempat tidurnya. Bagi sebagian anak, musik, cahaya yang redup, dan cerita pendek dapat menjadi pengantar tidur yang baik. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here