Berapa Lama yang Baik Anak Menonton TV

SehatFresh.com – Televisi bermanfaat baik bagi perkembangan anak. TV dapat menghibur, mendidik, membuka dunia baru untuk anak-anak, serta membuka kesempatan untuk belajar tentang budaya yang berbeda. Namun, bukan berarti televisi hadir tanpa efek negatif. Pasalnya, kebiasaan nonton TV membuat aktivitas sehat seperti bermain di luar dengan teman-teman, makan malam bersama keluarga, atau membaca buku cenderung berkurang.

Terlalu sering menonton TV cenderung membuat anak memiliki nilai akademis yang lebih rendah di sekolah, malas membaca buku, kurang berolahraga, sehingga dapat menyebabkan kelebihan berat badan akibat gaya hidup yang kurang aktif. Namun, bukan berarti anak tidak diperbolehkan melihat tayangan bermanfaat di TV. Orang tua hanya perlu lebih bijak dan menetapkan batasan waktu menonton setiap harinya.

Para psikolog menuturkan menonton televisi, bermain game di laptop smartphone sama bahayanya seperti mengonsumsi junk food. Menonton TV adalah kegiatan pasif. Bila anak-anak terlalu banyak menghabiskan waktunya hanya untuk menonton televisi, maka mereka akan kehilangan kesempatan untuk belajar melalui kegiatan yang lebih interaktif seperti bermain di luar ruangan dan berolahraga.

American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa anak-anak dan remaja secara umum sebaiknya hanya diberi waktu sekitar satu hingga dua jam sehari (tidak lebih) saat menonton televisi, bermain komputer, atau video games. Untuk balita, para ahli menyarankan agar para orang tua tidak memperkenalkan layar telvisi atau komputer sampai anak berusia dua tahun. Penelitian menunjukkan hal ini bisa menyebabkan masalah-masalah dalam perkembangannya.

Alangkah lebih baik bila orang tua bisa mendorong anak untuk bermain di luar sehingga anak bisa bertemu dengan teman atau berinteraksi secara nyata dan alami. Bagi para orang tua, luangkanlah waktu untuk duduk bersama dan menghabiskan waktu bermain atau jalan-jalan dengan anak. Saat anak menyaksikan acara favoritnya tayang di layar TV, orang tua hendaknya selalu mendampingi. Membatasi anak dalam menonton televisi memberi berbagai manfaat bagi kesehatan anak. Para peneliti meyakini bahwa anak akan memiliki kemampuan berbahasa yang lebih kuat, kesempatan untuk bersosialisasi dan rendahnya risiko obesitas bila orang tua membatasi anaknya menonton TV.

Dalam hal ini, harus ada upaya penyeimbangan, di mana orang tua perlu memutuskan apa yang terbaik bagi anak mereka. Anak-anak dan remaja memang dapat membangun keterampilan dengan menggunakan teknologi, namun orang tua harus bisa menerapkan manajemen waktu menonton dengan baik, dan mendorong anak untuk melakukan aktivitas interaktif dan bersosialisasi dengan lingkungan luar.

Sumber gambar : berbagidanjadikaya.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY