Berapa Ukuran Normal Penis?

0
2
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketika berbicara masalah kepuasan seksual, banyak pria yang khawatir dengan ukuran penisnya. Mereka umumnya khawatir kalau ukuran penisnya terlalu pendek atau terlalu kecil sehingga tidak bisa memuaskan pasangannya. Hal itu tak jarang membuat para pria menjadi rendah diri. Karenanya, tidak heran bila banyak pria yang tertarik dengan metode atau obat untuk membesarkan penis. Akan tetapi, nyatanya masih banyak pria yang tidak mengetahui standar ukuran penis normal dan bahkan tak tahu ukuran penisnya sendiri.

Standar ukuran Mr. P di tiap negara tidak selalu sama. Namun, jika bicara ukuran penis normal di dunia, penelitian tahun 2015 yang dipublikasikan dalam British Journal of Urology International melaporkan bahwa ukuran rata-rata penis pria adalah 9,16 cm (panjang) dan 9,31 cm (lingkar penis) saat tidak ereksi. Sedangkan saat ereksi, panjang penis rata-rata adalah 13,12 cm dengan lingkar penis mencapai 11,66 cm.

Di Indonesia sendiri, ukuran penis normal adalah 7-9 cm saat rileks dan hingga 15 cm saat reaksi. Meskipun ada patokan ukuran normal, tidak berarti pria yang memiliki ukuran penis di bawah rata-rata bisa dikatakan tidak normal. Ukuran penis ini dipengaruhi pula berat badan, ras serta keseimbangan hormon dalam tubuh. Dan memiliki penis kecil tetap bisa memuaskan pasangan di ranjang.

Pria dengan penis besar memang kerap dianggap “gagah” dan akan membuat pasangannya terlena ketika bercinta. Faktanya tidak selalu demikian. Penis besar bisa menyakitkan bagi pasangan. Pria dengan penis kecil juga bisa memuaskan pasangan. Yang paling penting adalah performa seksual pria itu sendiri. Terlepas dari besar kecilnya ukuran penis seorang pria, gangguan seksual, seperti ejakulasi dini atau disfungsi ereksi, bisa dialami pria mana saja.

Penis umumnya akan mencapai ukuran penuh di usia 21 tahun. Para pria harus menerima berapa pun ukuran penisnya karena perkembangan penis telah terhenti pada usia tersebut. Prosedur dan perawatan untuk meningkatkan ukuran penis saat ini telah tersedia. Jika berminat, pastikan Anda telah menimbang untung ruginya.

Kebanyakan pembesar penis yang beredar di pasaran belum terbukti efektivitasnya. Prosedur operasi juga bisa dilakukan untuk memperbesar atau memanjangkan penis. Seperti operasi pada umumnya, operasi mengubah ukuran penis juga tak lepas dari risiko komplikasi, mulai dari jaringan parut, infeksi, hingga impotensi.

Jika ukuran penis menjadi kekhawatiran hingga menurunkan kualitas seks dengan pasangan, berkonsultasilah dengan dokter terpercaya untuk mencari solusinya. Dokter dapat merekomendasikan terapi atau metode lainnya untuk mengatasi masalah Anda. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY