Berbagai Gangguan Sel Darah

SehatFresh.com – Gangguan pada sel darah akan berpengaruh pada sel darah merah, sel darah putih dan sel-sel sirkulasi yang lebih kecil yang disebut trombosit. Ketiga jenis sel tersebut terbentuk di sumsum tulang. Sel-sel darah merah mengangkut oksigen ke organ-organ dan jaringan tubuh. Sel darah putih membantu tubuh melawan infeksi. Trombosit berperan dalam pembekuan darah. Gangguan sel darah dapat mengganggu pembentukan dan fungsi dari sel-sel darah.

Ada banyak jenis gangguan sel darah yang secara drastis dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Namun, yang paling umum adalah :

Gangguan sel darah merah

  • Anemia: Anemia merupakan salah satu jenis gangguan sel darah merah yang biasanya disebabkan oleh kurangnya mineral zat besi dalam darah. Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi protein hemoglobin yang membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
  • Anemia sel sabit: Anemia sel sabit adalah penyakit yang diwariskan kepada anak-anak jika kedua orang tua mereka memiliki kondisi tersebut. Sel darah merah normal berbentuk seperti¬†disk. Karena mutasi genetik, sel-sel darah merah penderita anemia sel sabit mengandung molekul hemoglobin abnormal sehingga membuatnya begitu kaku dan melengkung. Sel darah merah berbentuk sabit tidak dapat membawa cukup oksigen ke jaringan tubuh, dan bisa terjebak dalam pembuluh darah sehingga menghalangi aliran darah ke organ-organ tubuh.

Gangguan sel darah putih

Gangguan sel darah putih biasanya memengaruhi anak-anak. Ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit sel darah putih. Ketika jumlah sel darah putih tidak memadai, tubuh tidak dapat melawan infeksi. Terlalu banyak sel darah putih (jumlah sel darah putih yang tinggi) dapat menunjukkan adanya leukemia, infeksi tertentu, atau kondisi seperti campak atau batuk rejan. Penyakit sumsum tulang atau kondisi autoimun (ketika tubuh menyerang sel sendiri) juga dapat menyebabkan produksi sel darah putih berlebihan.

Gangguan trombosit

Trombosit adalah sel darah pertama yang merespon luka atau cedera lainnya. Trombosit akan berkumpul di lokasi cedera, menciptakan sebuah plug sementara untuk menghentikan kehilangan darah. Jika tubuh memiliki gangguan trombosit, darah bisa mengandung terlalu sedikit trombosit, mengandung terlalu banyak trombosit, atau berisi trombosit yang tidak menggumpal dengan benar.

Terlalu sedikit trombosit bisa membahayakan karena bahkan luka kecil saja dapat menyebabkan kehilangan darah yang serius. Ketika trombosit terlalu banyak, gumpalan darah dapat memblokir arteri utama, yang akhirnya menyebabkan stroke atau serangan jantung. Terkadang, trombosit cacat tidak bisa menempel pada sel-sel darah lain atau dinding pembuluh darah sehingga tidak dapat membeku dengan baik. Ini juga dapat menyebabkan kehilangan darah yang serius.

Gangguan sel darah bisa menimbulkan berbagai gejala pada hampir semua area tubuh. Paling umum, gejala disebabkan oleh penurunan dalam komponen darah. Penurunan sel darah merah dan hemoglobin dapat menyebabkan gejala anemia seperti kelelahan, kelesuan, dan sesak napas. Penurunan sel darah putih dan protein sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan demam dan infeksi berulang. Penurunan trombosit dapat menyebabkan perdarahan abnormal dan memar.

Sumber gambar : akrisarumaha.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY