Berbagai Macam Tes Kesuburan untuk Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian pasangan suami-istri yang belum dikaruniai oleh momongan bersikap gelisah karena khawatir dirinya atau pasangannya tidak subur. Bagi pria, untuk mengetahui kesuburan pria dapat diketahui melalui beberapa tes.

Karakteristik sel sperma pria yang sehat ditandai dengan kemampuan testis memproduksi sel sperma sehat yang mencukupi. Sperma sehat harus memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan dan membuahi sel telur setelah terjadinya ejakulasi di dalam alat kelamin wanita.

Bila pasangan tak kunjung memiliki anak, ada kemungkinan sperma pria tidak sehat dan subur. Sekitar sepertiga kasus infertilitas terkait dengan masalah pada suami di antaranya jumlah sperma yang rendah. Untuk memastikan kesuburan, seorang pria bisa menjalani beberapa tes kesuburan yaitu:

  • Analisis air mani

Tes ini merupakan prosedur yang paling umum untuk mengetahui faktor infertilitas pria. Caranya, sperma akan ditampung pada wadah khusus lalu diperiksa di laboratorium untuk mengevaluasi jumlah, bentuk, penampilan dan mobilitas sperma. Tes tersebut akan memeriksa apakah konsentrasi sperma berada di atas atau di bawah 20 juta sel sperma per millimeter cairan ejakulasi.

Jika jumlah sperma ternyata rendah, spesialis kesuburan kemungkinan akan menguji kadar testosteron, FSH, LH dan prolaktin darah. Tersedia sejumlah suplemen untuk membantu meningkatkan parameter sperma seperti jumlahnya, motilitasnya, dan morfologinya.

  • Urinalisis

Tes ini untuk memeriksa sel darah putih pada urin, sebagai indikasi adanya kemungkinan terjadi infeksi. Selain itu, pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ada sperma dalam urin karena boleh jadi ada masalah ejakulasi retrograde.

Urinalisis dapat digunakan untuk memeriksa apakah terdapat sel darah putih pada urin suatu indikator kemungkinan infeksi. Urinalisis juga akan menunjukkan kemungkinan keberadaan sperma dalam urin yang bisa jadi merupakan gejala gangguan ejakulasi yang disebut ejakulasi retrograde.

  • USG

Melalui proses pemeriksaan USG, dokter dapat mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada organ reproduksi pria.

  • Pemeriksaan hormon

Pemeriksaan ini perlu dilakukan guna menentukan tingkat testosteron dan hormon pria lainnya.

  • Biopsi testis

Pada kasus tertentu, perlu diambil sampel dari jaringan testis. Tes ini bertujuan untuk memeriksa jika ada masalah pada proses produksi sperma.

  • Pemeriksaan genetik

Kemungkinan dilakukannya tes ini untuk mengetahui apakah ada kelainan genetik yang dapat menyebabkan mandul.

  • Pemeriksaan Chlamydia

Melalui sampel urine, dokter akan menentukan apakah terdapat Chlamydia. Penyakit infeksi ini bisa menjadi salah satu penyebab mandul.

Selain itu, pada beberapa kasus, ada tes lain yang mungkin disarankan dokter, yaitu:

  • Aglutinasi sperma. Tes laboratorium yang mencakup pemeriksaan sperma dengan mikroskop untuk menentukan apakah sperma saling melekat. Penggumpalan ini membuat sperma tak bisa berenang melalui lendir serviks.
  • Uji penetrasi sperma. Tes laboratorium yang menggunakan sel telur hamster untuk mengevaluasi kemampuan sperma untuk menembus sel telur. Tes ini jarang digunakan.
  • Ultrasonografi. Pemeriksaan digunakan untuk menemukan kerusakan atau penyumbatan di saluran reproduksi pria, termasuk prostat, vesikula seminalis dan saluran ejakulasi. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here