Berbagai Masalah yang Dihadapi Ibu Hamil Janin Kembar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com Memiliki buah hati adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Alhasil beberapa pasangan yang baru menikah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan buah hati dari pernikahannya. Bagi suami istri yang sudah memiliki keturunan, maka rumah tangga yang dirajut akan semakin bermakna.

Uniknya ada sebagian pasangan yang justru menginginkan anak kembar. Hanya saja tidak semua pasangan bisa mendapatkan anak kembar, karena harus memiliki gen keturunan kembar dalam garis keturunan mereka terdahulu.

Khusus bagi wanita yang mengandung bayi kembar, tentu saja kondisi fisik harus terjaga dengan baik. Pasalnya mengandung bayi kembar berbeda dengan bayi yang hanya satu di kandungan. Lantas apa saja masalah-masalah yang mungkin bisa terjadi selama mengandung bayi kembar?

Apakah resiko keguguran semakin besar?

Mengandung bayi kembar memiliki resiko keguguran lebih besar ketimbang mengandung bayi tunggal. Meski demikian tidak bisa disebutkan secara pasti berapa besar risiko keguguran yang akan terjadi, karena keguguran di awal kehamilan tidak dapat teridentifikasi.

Komplikasi apa saja yang mungkin terjadi?

Wanita yang hamil bayi kembar lebih gampang mengalami tekanan darah tinggi hingga 2-3 kali, dibanding dengan  wanita yang hamil bayi tunggal. Selain itu wanita yang hamil bayi kembar juga mengalami 3 kali lebih berisiko preeklampsia. Hal tersebut karena hamil bayi kembar dapat memberi tekanan yang lebih besar pada plasenta.

Komplikasi apa saja yang bisa mempengaruhi bayi kembar?

Bayi yang kembar di dalam kandungan juga bisa mengalami berbagai komplikasi. Di antaranya adalah pertumbuhan janin yang terhambat, karena salah satu bayi tak mampu tumbuh normal. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan terganggunya proses persalinan.

Guna menanggulangi kondisi tersebut, ibu hamil perlu mengetahui lebih awal terkait kondisi bayi yang dikandungnya. Tujuannya agar dokter mempunyai banyak waktu dalam memonitor, mendeteksi, hingga menangani berbagai komplikasi yang mungkin terjadi.

Apakah bayi kembar bisa lahir prematur?

Kelahiran prematur atau lebih awal dari perkiraan medis merupakan salah satu komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi kembar. Di antara banyaknya perhitungan, yang paling berisiko adalah ketika bayi lahir 30 minggu dari jadwal yang ditentukan.

Apakah bayi kembar memiliki resiko kematian?

Tidak dapat dipungkiri jika angka kematian bayi kembar lebih tinggi dari pada bayi yang lahir tunggal. Setidaknya ada 12 kematian dari 1.000 kelahiran bayi kembar, berbanding terbalik dengan kelahiran tunggal yang hanya menyentuh angka 5 kematian dari 1.000 kelahiran.

Selain itu kembar identik yang harus berbagi plasenta, ternyata lebih mudah menderita komplikasi. Hal tersebut tentu saja dapat meningkatkan risiko lebih besar sebagai penyebab kematian. Beradsarkan hal tersebut pasangan suami istri yang memiliki janin kembar, harus segera melakukan komunikasi dengan dokter secara intens. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here