Berbagai Penyebab Keracunan Timbal pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bayi dan balita termasuk kelompok yang rentan terhadap keracunan timbal. Jenis logam berat ini bisa terhirup atau tertelan siapa saja. Namun, anak yang berusia kurang dari 5 tahun memiliki risiko lebih tinggi karena cenderung menjilat atau memasukkan benda-benda di sekitar ke dalam mulut mereka. Hal ini membuat mereka menyerap lebih banyak zat berbahaya, salah satunya timbal, daripada orang dewasa dan otak mereka masih dalam tahap pengembangan sehingga mereka lebih sensitif terhadap bahaya keracunan timbal.

Meski awalnya sulit terdeteksi, seiring dengan paparan timbal yang berkelanjutan, kadar timbal yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti penurunan berat badan, masalah pencernaan, gangguan pendengaran dan kejang. Lebih parah, keracunan timbal dapat merusak ginjal dan sistem saraf. Pada anak-anak khususnya, keracunan timbal dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan menghambat pertumbuhan fisik anak. Karenanya, keracunan timbal sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi para orangtua mengingat penyebab atau sumber paparan timbal dekat dengan kehidupan kita.

Berikut adalah beberapa penyebab keracunan timbal pada anak:

  • Cat. Tak hanya untuk warna, timbal ditambahkan ke dalam cat untuk mempercepat pengeringan, meningkatkan daya tahan, dan menahan kelembaban. Anak-anak mungkin tanpa sengaja menelan timbal ketika mereka memasukkan tangan ke mulut setelah menyentuh serpihan cat pada dinding yang mengelupas pada lantai.
  • Mainan. Timbal bisa ditemukan pada beberap mainan, terutama mainan bercat dan berbahan plastik. Pada mainan plastik, produsen mainan kerap menggunakan timbal untuk menstabilkan molekul plastik dari panas serta melembutkan plastik dan membuatnya lebih lentur sehingga bisa kembali ke bentuk semula.
  • Debu. Debu rumah juga berpotensi menjadi penyebab anak terpapar timbal. Debu rumah Anda mungkin mengandung partikel timbal karena tercampur serpihan cat rumah yang mengelupas, atau tercampur tanah yang terkontaminasi timbal yang terbawa ke rumah oleh sepatu setelah beraktivitas di luar.
  • Air. Pipa air untuk rumah tangga zaman dulu umumnya disolder dengan timbal. Air yang melewati pipa tersebut akan terkontaminasi timbal. Air hujan dari tangki air juga mungkin memiliki kadar timbal yang tinggi jika debu yang terkontaminasi timbal mencemari atap rumah.
  • Diet. Timbal dapat semakin terakumulasi dalam tubuh jika anak-anak kekurangan asupan makanan yang mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin C. Nutrisi-nutrisi tersebut dapat membantu menghambat penyerapan timbal dengan meningkatkan eksresi melalui ginjal.
  • Pekerjaan. Perbaikan mobil, pertambangan, pemasangan pipa, pembuatan baterai, pengecatan, dan konstruksi adalah beberapa contoh bidang pekerjaan yang meningkatkan risiko terpapar timbal. Orang-orang yang bekerja di bidang-bidang pekerjaan tersebut mungkin membawa timbal ke rumah pada pakaian mereka.

Selain anak-anak, timbal juga bisa membahayakan janin. Wanita hamil atau wanita yang merencanakan kehamilan harus berhati-hati untuk menghindari penyebab-penyebab keracunan timbal. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here