Berbagai Penyebab Nyeri pada Testis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah Anda suka berolah raga mengangkat beban atau memiliki gaya hidup yang aktif? Hati-hati, Anda bisa mendapatkan cedera di berbagai bagian tubuh Anda, termasuk testis.

Testis terletak di dalam buah zakar, sebuah kantung di luar tubuh. Lokasi testis yang mudah dilihat mata menjadikannya target utama cedera selama olahraga atau aktivitas berat. Terlebih, testis tidak terlindungi oleh tulang dan otot, seperti bagian-bagian sistem reproduksi dan organ lainnya.

Kabar baiknya, karena testis tidak terlalu melekat dengan tubuh dan terbuat dari bahan seperti spons, testis dapat menyerap hantaman tanpa kerusakan permanen. Meski begitu, testis dapat memantul kembali dengan cepat.

Dari sanalah, cedera ringan dapat menimpa testis. Cedera ringan ini jarang memiliki efek samping jangka panjang. Selain itu, fungsi seksual atau produksi sperma biasanya juga tidak terpengaruh jika Anda memiliki cedera testis.Tapi, beberapa cedera testis yang serius juga bisa terjadi yaitu torsi testis dan ruptur testis.

Maka, ada baiknya mengetahui berbagai penyebab nyeri pada testis. Pada kasus torsi testis, testis terpelintir dan kehilangan pasokan darah. Hal ini dapat terjadi akibat trauma serius pada testis, aktivitas berat atau tanpa penyebab yang jelas. Torsi testis jarang terjadi, namun biasanya terjadi pada anak-anak berusia 12 sampai 18 tahun.

Sobekan (ruptur) testis juga dapat terjadi. Namun, ini merupakan jenis yang langka dari trauma testis. Hal ini dapat terjadi saat testis terkena hantaman kencang atau terkena tulang pubik (tulang yang membentuk bagian depan pelvis), menyebabkan darah bocor ke buah zakar.

Ruptur testis, seperti torsi testis dan cedera serius lainnya menyebabkan rasa sakit yang ekstrem, pembengkakan pada buah zakar, mual dan muntah. Untuk memperbaiki masalah ini, operasi diperlukan untuk memperbaiki testis yang pecah.

Nyeri pada testis juga bisa disebabkan oleh luka memar (kontusio), yakni trauma mengenai pembuluh darah pada testis sehingga menimbulkan perdarahan dan memar.

Terkadang, trauma dapat menyebabkan jaringan testis patah atau fraktur (dengan atau tanpa kerusakan bagian pelindung). Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa nyeri pada testis. Begitu pula dengan hematocele yang terjadi saat darah berkumpul dilapisan pelindung yang menutupi sekitar testis.

Dislokasi atau perubahan posisi, radang pada saluran sperma yang ada di belakang testis (epididimitis), dan infeksi juga bisa menimbulkan rasa nyeri pada testis. Rasa nyeri pada penis dapat disebabkan oleh beberapa kondisi di atas. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai pada cedera testis antara lain:

  • Nyeri sangat hebat atau mendadak serta menjalar hingga ke perut
  • Nyeri disertai dengan mual dan muntah, buang air kecil yang semakin sering atau tidak dapat menahan buang air kecil (urgensi), atau nyeri saat berkemih
  • Darah pada urine
  • Terdapat pembengkakan atau memar pada skrotum, atau skrotum atau testis tertusuk. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here