Berbahayakah Air Liur Berlebih?

SehatFresh.com – Di dalam rongga mulut, air liur (saliva) berperan menjaga tubuh dari penyakit karena merupakan pertahanan pertama pada sistem saluran pencernaan serta berperan dalam menjaga kesehatan gigi. Terlalu sedikitnya produksi air liur bisa memicu mulut kering, yang mengakibatkan bau mulut tak sedap. Lantas, bagaimana dengan produksi air liur berlebih?

Menurut Mayo Clinic, rata-rata orang memproduksi hingga dua liter air liur setiap hari. Mungkin ini tidak pernah terpikir oleh kita sebelumnya. Gangguan kelenjar liur atau kondisi medis lainnya yang berhubungan dengan masalah menelan dapat menyebabkan produksi air liur berlebih. Air liur berlebihan, dalam istilah medis disebut sebagai sialorrhea. Ini mungkin berasal dari berbagai penyebab, seperti :

  • Paparan toksin

Paparan toksin (racun) tingkat tinggi seperti insektisida dan merkuri, dapat memengaruhi tubuh. Salah satu efek samping dari paparan tersebut adalah sialorrhea.

  • Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan seperti clozapine (obat yang digunakan untuk mengobati demensia) dapat menyebabkan produksi air liur tidak normal dan membuat mulut terus meneteskan liur. Para peneliti medis dari Massachusetts General Hospital melaporkan dalam penelitiannya yang dimuat dalam “Drugs of Today”, pada bulan Juni 2005, bahwa beberapa antibiotik dan obat yang disebut yohimbine juga dapat menimbulkan efek samping serupa.

  • Kerusakan saraf

Orang yang menderita penyakit Parkinson atau kondisi lain yang menyebabkan kerusakan saraf, mungkin mengalami produksi air liur yang berlebihan di dalam mulut mereka.

  • Kehamilan

Wanita hamil cenderung mengalami air liur berlebihan. Ini juga telah dikaitkan dengan perubahan hormon yang mengiringi proses kehamilan. Untungnya, hal ini tidak menimbulkan bahaya bagi kehamilan.

  • Kawat gigi atau gigi palsu

Penggunaan kawat gigi atau gigi palsu dapat menyebabkan produksi air liur berlebih. Menurut American Academy of Family Physicians, profesional kesehatan gigi dapat memantau kondisi dan menilai apakah pengobatan diperlukan.

  • Makanan pedas atau asam

Coba ingat apa yang terjadi di mulut usai makan makanan pedas? Memakan sesuatu yang pedas atau sangat asam di mulut membuat tubuh bereaksi dengan membuat air liur lebih banyak. Jika produksi air liur selalu berlebih, meskipun Anda tidak mengonsumsi makanan pedas atau asam, segera hubungi dokter.

Ada banyak kondisi medis yang menyebabkan air liur seperti GERD, pembesaran lidah, penyakit Lou Gehrig, ulkus atau luka dan infeksi pada mulut. Untuk itu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika air liur terasa sangat berlebih atau tak terkendali. Banyak masalah dapat diatasi dengan mudah melalui terapi atau pengobatan, tetapi beberapa kondisi mungkin memerlukan perawatan yang lebih serius karena terkait dengan kondisi medis yang lebih serius.

Sumber gambar : www.brilio.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY