Berbeda atau Sama Antara Sperma dan Air Mani

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah sperma dan air mani itu dua istilah yang identik? Banyak yang menganggapnya demikian. Memang, baik air mani dan sperma diproduksi dan dikeluarkan secara bersamaan. Tapi, keduanya berbeda pengertiannya, lho!

Air mani pria adalah salah satu bagian yang penting dalam berhubungan intim, tetapi sayangnya hanya sedikit yang betul-betul memahami seluk-beluk air mani. Biasanya kebanyakan orang akan lebih fokus pada sperma daripada air mani. Padahal, air mani pria memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri yang membuatnya berbeda dari sperma.

Air mani adalah cairan berwarna putih keruh yang diproduksi pria saat ejakulasi. Air mani diproduksi oleh kelenjar kantong semen (juga dikenal sebagai vesikula seminalis) yang terletak di bagian bawah belakang kantong kemih pria.

Air mani memiliki substansi yang berbeda dengan sel sperma. Sel sperma merupakan salah satu bagian dari air mani yang hanya bisa dilihat oleh mikroskop jika ingin melihat bentuk aslinya. Sedangkan air mani merupakan cairan yang kental dan juga putih yang dikeluarkan oleh penis. Selain itu, air mani juga mengandung protelitik dan juga fruktosa dalam membantu sel sperma dengan mudah menuju sel telur.

Di dalam air mani, terkandung sel sperma (spermatozoa), fruktosa, dan berbagai enzim yang bertugas untuk membantu sperma melakukan pembuahan pada rahim.

Warnanya yang putih keruh disebabkan karena tingginya kandungan protein dalam air mani. Selain protein dan sel sperma, air mani pria mengandung berbagai nutrisi lain seperti asam arkobat, fruktosa, zat besi, kalsium, magnesium, sodium, potasium, vitamin B12, kalori dan air.

Sementara itu, sperma sendiri adalah sel reproduksi pria yang mengandung setengah kromosom yang dibutuhkan untuk melakukan pembuahan dan membentuk zigot. Setengah kromosom lainnya terdapat di sel telur wanita.

Setiap pria berejakulasi, air mani yang dihasilkan mengandung sperma. Jumlah sperma yang terkandung dalam setiap ejakulasi pria adalah sekitar 200 sampai 500 juta. Ini berarti sperma memakan kira-kira 5% dari keseluruhan volume air mani yang diproduksi saat ejakulasi. Angka ini bisa berubah-ubah tergantung pada lama waktu dan volume ejakulasi. Jadi, air mani berfungsi untuk menetralkan tingkat keasaman saat sperma memasuki vagina agar sperma tidak mati dan bisa bergerak menuju sel telur untuk melakukan pembuahan.

Sperma yang tidak berkualitas bisa saja mampu membuahi sel telur, akan tetapi hasilnya akan berbeda dari pembuahan yang terjadi oleh sperma berkualitas. Pembuahan yang terjadi oleh sperma tidak berkualitas bisa menyebabkan anak dari hasil pembuahan tersebut menjadi kurang sempurna atau memiliki kekurangan. Pasalnya, bayi yang terlahir dari sperma tidak berkualitas bisa mengalami kecacatan atau mengidap penyakit bawaan.

Kendati demikian, bukan berarti kita bisa berpegang 100% bahwa sperma berkualitas akan menghasilkan anak yang berkualitas pula. Pasalnya, sperma baru satu syarat dari banyak syarat melahirkan anak berkualitas. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here