Berikut Pengertian 4 Hormon Pemicu Orgasme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Orgasme adalah hal yang diidamkan oleh pasangan saat berhubungan seks. Sayangnya, orgasme sulit atau bahkan tidak bisa dinikmati oleh sebagian orang. Nah, ternyata orgasme ini bisa dipicu oleh sejumlah hormon.

Ada empat jenis hormon yang bisa menjadi sex drive pada pria dan wanita. Untuk lebih jelasnya, pemaparan berikut akan mengupas keempat hormon tersebut.

  • Testosteron

Hormon yang banyak terdapat di dalam tubuh pria ini memiliki fungsi sebagai pengatur libido. Sementara itu, pada wanita hormon ini memiliki fungsi untuk meningkatkan hasrat seksual. Pendongkrak hormon ini adalah berolah raga, mengonsumsi kacang-kacangan, dan sejumlah suplemen. Sebaliknya, tekanan darah tinggi, stres, dan mengonsumsi alkohol dapat mengurangi kadar hormon ini.

  • Estrogen

Kebalikan testosteron, hormon ini banyak diproduksi oleh wanita dan sedikit pada pria. Pada wanita, hormon ini diproduksi oleh ovarium. Fungsinya untuk mengatur siklus menstruasi wanita, menjaga tingkat mood dalam suatu hubungan, dan memicu gairah wanita. Hormon ini juga bisa menjadi stimulator yang mengarah pada orgasme. Mengonsumsi gandum, kedelai, dan sejumlah suplemen bisa meningkatkan kadar hormon ini. Sementara itu, stres, tubuh gemuk, dan malnutrisi bisa membunuh hormon ini.

  • Endorfin

Hormon seksualitas yang kedua adalah hormon endorfin, hormon ini merupakan morfin alami tubuh yang mempunyai sifat dapat menghilangkan rasa sakit. Hormon endorfin diproduksi dari kelenjar pituari dan hypothalamus yang letaknya di tulang belakang ketika sedang bercinta atau sedang melakukan olahraga. Ketika hormon ini keluar saat orgasme, maka seseorang akan merasakan nyaman dan senang. Dengan kata lain, hormon ini dapat menjadi hormon yang bermanfaat ketika bercinta. Selain itu, hormon endorfin dapat menjadi penghilang stres, menahan rasa sakit serta memperbaiki mood.

  • Oksitosin

Hormon ini seringkali disebut sebagai hormon cinta atau cuddling hormone. Oksitosin adalah booster ikatan yang membantu persalinan dan membuat ikatan antara ibu dan bayi. Hal ini karena oksitosin banyak ditemukan di dalam ASI. Namun, kenyataannya hormon ini diproduksi secara alami di otak dari kedua jenis kelamin. Pada laki-laki, konsentrasi moderat oksitosin memfasilitasi ereksi penis dan mempercepat perilaku ejakulasi. Di samping itu, hormon ini banyak berada di hypothalamus dalam otak manusia terkait urusan seksualitas. Artinya, ketika wanita mendapatkan rangsangan di area payudara, contohnya setelah puting dihisap oleh pasangan, maka tubuh wanita secara otomatis akan menghasilkan hormon oksitosin yang cukup banyak. Hasil studi menyebutkan, jika semakin banyak produksi hormon oksitosin saat bercinta, maka semakin kuat pula orgasme yang akan diraih oleh seseorang. Pembunuh oksitsin antara lain stres dan kurangnya sentuhan fisik, sedangkan penguatnya adalah hubungan kasih sayang dan perhatian yang kuat. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here