Berpuasa Sehat dengan Tidur yang Sehat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ada banyak perubahan yang mempengaruhi kinerja manusia. Tidak hanya olah emosi dan menahan lapar dan haus, namun juga perubahan pola tidur. Bahkan, perubahan pola tidur sebaiknya diantisipasi jauh hari sebelum puasa.

Tidur yang sehat merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi manusia, sama seperti kebutuhan akan oksigen dan vitamin. Karena berbagai fungsi tubuh, akan terganggu apabila terjadi perubahan pola tidur. Adanya perubahan pola tidur bisa memengaruhi produktivitas, keselamatan dan  kesehatan anda. Ketiga hal tersebut akan diulas pada bulan ramadhan ini.

Produktivitas Tidur bukanlah kemalasan.

Meskipun saat tidur tubuh anda tampak pasif dan tidak melakukan sesuatu, namun sesungguhnya tubuh anda justru bekerja keras membangun dan memperbaiki diri. Misalnya, saat terbangun biasanya tubuh anda sedikit berkeringat. Sedangkan dari perekaman fungsi-fungsi tubuh anda saat tertidur didapati bahwa berbagai organ  bekerja memperbaiki sistemnya. Bahkan otak juga menjadi sangat aktif saat tidur.

Pada saat anda tidur, secara otomatis tubuh akan membangun kemampuan kognitif anda. Kemampuan konsentrasi, ketelitian, kreativitas, semangat dan emosi positif, semua hal itu dibangun saat tidur. Pada saat seseorang kekurangan tidur makan akan cenderung emosional dan tidak sabaran. Sebuah penelitian menunjukkan jika orang-orang dengan kondisi kurang tidur akan menjalani hidup lebih bahagia setelah memenuhi waktu tidur mereka selama beberapa jam dan mereka akan memutuskan untuk terus mencukupi waktu tidurnya.

Rasa lemas dan lelah yang anda alami saat berpuasa tak hanya datang dari kurangnya asupan gizi, namun juga dari perubahan pola tidur. Dengan memerhatikan kesehatan tidur, niscaya ibadah puasa yang anda jalani akan berlangsung dengan produktif.

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa efek negatif dari pengurangan durasi tidur akan berdampak bagi kesehatan. Kondisi kurang tidur saat berpuasa diketahui meningkatkan resiko penyakit diabetes, jantung dan pembuluh darah serta menurunkan daya tahan tubuh atau sistem metabolisme tubuh.

Kondisi kurang tidur diketahui dapat meningkatkan kadar kortisol yang memiliki hubungan dengan resistensi tubuh terhadap insulin. Aktivitas sistem saraf simpatis akibat tubuh seseorang yang kurang tidur juga diketahui menghambat fungsi pankreas sehingga dapat memicu terjadinya diabetes.

Di samping itu, kondisi kurang tidur selama berpuasa akan meningkatkan kadar ghrelin dan menekan leptin. Ghrelin merupakan hormon peningkat nafsu makan, sedangkan leptin bertugas untuk menekan nafsu makan saat berpuasa. Akibatnya, kurang tidur saat menjalani ibadah puasa akan memiliki nafsu makan tinggi tanpa ada rem yang menahan.

Apabila hal ini terjadi dalam jangka panjang maka dapat mengakibatkan obesitas, sementara dalam jangka pendek kondisi kekurangan tidur dapat memicu hasrat untuk mengkonsumsi karbohidrat. Jadi, bagi anda yang menderita diabetes saat berpuasa harus ekstra memperhatikan jumlah waktu tidur, agar tidak terjadi lonjakan kadar gula darah.

Jumlah waktu tidur yang kurang, lewat mekanisme peningkatan sistem saraf simpatis juga akan meningkatkan tekanan darah. Sebuah penelitian melaporkan bahwa durasi tidur kurang dari 5 jam sehari akan meningkatkan resiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Sementara, penelitian lain di Harvard  Universuty menyatakan selain durasi tidur, kualitas tidur seseorang juga penting untuk menekan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Saat berpuasa maupun tidak, daya tahan tubuh hanya bekerja optimal ketika tidur. Berbagai vitamin yang anda konsumsi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, namun tanpa tidur yang baik dan teratur, maka semuanya jadi percuma. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here