Bingung Puting Pada Bayi

SehatFresh.com – Bingung puting merupakan salah satu masalah yang kerap dialami bayi dan ibu menyusui. Kini sudah banyak bayi yang lahir cukup bulan sudah diperkenalkan menyusu melalui dot atau terbiasa dengan empeng terlalu dini sebelum bayi tersebut benar-benar memahami bagaimana cara menyusu langsung ke payudara yang baik. Empeng juga kerapkali digunakan agar bayi tidak rewel. Akibatnya, ini dapat meningkatkan risiko bayi mengalami bingung puting. Jika berkepanjangan, bingung puting ini dapat mengganggu produksi dan pasokan ASI. Bahkan, bayi bisa sampai frustasi dan menolak untuk disusui.

Kenapa dot bisa membuat bayi bingung puting? Pada dasarnya, menyusu yang benar adalah menyusui langsung dari payudara. Mekanisme ketika bayi menyusu langsung ke payudara berbeda dengan mekanisme menyusu melalui dot. Ketika bayi menyusu langsung ke payudara terdapat koordinasi yang bersamaan antara lidah bayi, rongga mulut, dan gerakan rahang. Ketika menyusu langsung dari payudara, bayi harus terlebih dahulu membuka mulutnya lebar-lebar. Kemudian, ia juga harus menggunakan sekitar 40 otot wajah, yang akan bekerja terus-menerus sampai ia kenyang menyusu.

Berbeda dengan ketika bayi menyusu melalui dot, bayi tidak harus membuka mulut lebar saat dot masuk ke mulutnya. Aliran susu lebih mudah didapat dan bayi menggunakan kedua bibirnya untuk mengisap. Dot tidak perlu dimasukkan jauh ke dalam mulut sampai langit-langit, susu sudah masuk cepat ke dalam mulut bayi meski bayi tidak menghisapnya secara aktif. Meskipun bayi tidur dengan posisi terlentang dan tidak mengisap, aliran susu tetap akan keluar. Ini membuat bayi rentan tersedak. Secara garis besar, bayi tidak perlu usaha banyak untuk mendapat susu melalui dot.

Bayi yang sudah terbiasa dengan penggunaan dot akan merekam proses menyusu langsung pada payudara seperti saat ngedot. Ketika dipertemukan dengan payudara ibunya secara langsung, ia bisa menjadi malas atau lupa bagaimana mekanisme menyusu yang sebenarnya. Ketika disusui, mulutnya tidak mau membuka lebar, sering lepas-lepas, menjepit puting di depan mulut berkali-kali seperti bingung, menyusu cenderung di puting dan kedua bibir menghisap puting seperti saat menyusu melalui dot. Jika ibu menunjukkan gejala seperti ini pada bayi yang pernah diberi dot, ini mengindikasikan awal mula bingung puting.

Ketika bayi mengalami bingung puting, bayi cenderung sulit melekat dengan baik sehingga puting ibu bisa lecet karena gigitan bayi. Masalah perlekatan yang tidak baik bisa mengakibatkan pengosongan payudara yang tidak sempurna. Salah satu akibat dari pengosongan payudara tidak sempurna yaitu saluran ASI tersumbat sampai menyebabkan payudara bengkak, mastitis, hingga abses payudara. Semua kondisi ini dapat menurunkan produksi dan pasokan ASI. Bayi pun bisa ikut frustasi sehingga menolak menyusu langsung pada payudara.

Selain menganggu perlekatan bayi ketika menyusu, empeng dan dot dapat menganggu pertumbuhan rongga mulut dan langit-langit, meningkatkan risiko tersedak, menganggu pertumbuhan gigi, meningkatkan risiko infeksi telinga tengah dan menyebabkan ketergantungan hingga bayi mencapai usia balita atau bahkan lebih.

Prinsipnya, proses menyusui adalah proses “demand and supply”. Semakin sering bayi menyusu langsung ke payudara, maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan. Sinyal rangsangan produksi ASI paling besar berasal dari hisapan bayi secara langsung ke payudara. Dot dan empeng dapat mengganggu proses ini, sehingga akan berdampak pada terganggunya produksi dan pasokan ASI.

Agar bayi tidak menjadi bingung puting, sebaiknya urungkan niat untuk segera memberikan ASI melalui botol susu terutama untuk bayi usia 0-3 bulan. Sebaiknya, berikanlah ASI dengan cara menyusui langsung. Bagaimana kalau sudah terlanjur memberikan botol susu? Ibu bisa coba terus menawarkan bayi menyusu langsung dengan payudara. Dengan ini, bayi akan belajar bagaimana menyusu yang benar dan lama-lama akan terbiasa lagi dengan menyusu langsung dari payudara. Sebaiknya, ibu menyusui saat bayi tidak sedang dalam kondisi sangat lapar atau haus. Hindari juga menyusui langsung ketika mengantuk karena hal tersebut akan membuatnya lebih rewel.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY