Bisakah melahirkan normal dengan kelainan pengentalan darah ?

SehatFresh.com #DokterTalk – Masalah kesehatan yang sering dialami ibu hamil adalah pengentalan darah yang disebut juga Anti Phospholipid Syndrome (APS). Penyebab kekentalan  darah karena adanya antibodi tertentu didalam tubuh yang menyerang dinding pembuluh darah yang dikenal dengan ACA (Anticardiolipin). Ibu hamil yang memiliki riwayat kehamilan buruk misalnya keguguran berulang, janin mati, dan preeklampsia semasa kehamilan terdahulu, lebih berisiko terkena masalah ini.

Kelainan pengentalan darah tidak menunjukkan gejala spesifik. Pada ibu hamil, gejalanya mirip dengan yang biasa dialami ibu hamil, seperti cepat lelah, mengantuk, sering pusing, dan sulit konsentrasi. Gejala-gejala tersebut akan terus berlangsung sepanjang kehamilan, berbeda dengan kehamilan biasa yang kembali normal setelah 4 bulan.

Apabila kelainan pengentalan darah tidak ditangani, janin mengalami keguguran pada masa embrio atau sebelum mencapai usia 8 minggu. Sebab, suplai darah Ibu yang membawa nutrisi dan oksigen lewat plasenta tak lancar. Jikapun mampu bertahan, umumnya lahir prematur atau setidaknya BBLR (berat badan lahir rendah) akibat tak tercukupinya kebutuhan nutrisi dan oksigen. Bahkan, bayi bisa meninggal di kandungan atau begitu lahir.

Menurut dr. Prima Progestian, SpOG, dokter kandungan di Jakarta, kelainan ini bisa menimbulkan gangguan pembekuan darah di pembuluh darah arteri dan vena, hingga memicu beberapa keluhan mematikan seperti jantung, preeklampsia, dan stroke bila pembekuan darah terjadi di otak. Atau gangguan penglihatan mata yang bisa mengakibatkan kebutaan bila menyerang pembuluh-pembuluh darah di daerah mata.

Wanita hamil dengan gangguan pengentalan darah selama kehamilan harus memeriksakan diri secara rutin ke dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis hematologi untuk mendapat pengobatan yang tepat. “Walapun memiliki risiko tinggi, prinsipnya ibu hamil bisa melahirkan normal meski memiliki pengentalan darah (APS) selama kondisinya terkontrol,” sambung dr Prima.

Tips menjaga kehamilan yang sehat pada bumil dengan APS :

  • Kontrol rutin ke dokter untuk memantau kondisi kekentalan darah. Ibu akan dirujuk ke dokter ahli lain seperti spesialis jantung bila ada gangguan jantung, atau jika ada keluhan mata dirujuk ke ahli mata untuk meminimalkan risiko kebutaan.
  • Dari pemeriksaan laboratorium akan diketahui kadar kekentalan darah, sekaligus ditentukan terapi pengobatannya. Bila kadarnya masih dalam batas “aman”, pengobatan cukup berupa tablet sejenis aspirin. Pada pemeriksaan berikutnya, dokter hematologi akan menilai respons pengobatan berdasar hasil laboratorium terbaru.
  • Pada kondisi parah, dokter akan memberikan suntikan heparin atau fraksiparin setiap hari. Karena harus dilakukan setiap hari, Ibu harus bisa melakukannya sendiri atau setidaknya dilakukan oleh suami, dan disiplin jangan sampai terlewat. Suntikan ini relatif aman karena terbukti tak menembus barier plasenta, hingga tak ada kemungkinan terserap janin ataupun mengganggu pertumbuhannya.
  • Istirahat cukup, minimal 8 jam per hari. Ibu tetap bisa beraktivitas seperti biasa, namun jangan sampai kelelahan.
  • Kurangi stres dengan cara olahraga ringan atau melakukan relaksasi.
  • Mengonsumsi makanan yang tak mengandung pengawet dan penyedap, guna meminimalkan benda-benda asing yang masuk ke tubuh. Pastikan Ibu banyak minum air putih, minimal 2 liter per hari.

Oleh : dr. Prima Progestian, SpOG

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY