Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui ikut Berpuasa?

0
4
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada dasarnya hukum puasa ramadhan adalah wajib bagi semua orang yang telah baligh, berakal, tidak dalam perjalanan atau musafir, tidak sakit dan suci dari haid serta nifas. Kecuali para wanita yang sedang dalam keadaan haid dan nifas tidak boleh puasa karena sedang dalam keadaan tidak suci, sehingga mereka diwajibkan untuk menganti puasa yang ia tinggalkan.

Berbeda lagi dengan wanita yang sakit, diperbolehkan untuk berbuka dan mengantinya di hari yang lain sebanyak yang ditinggalkan. Lalu bagaiman untuk ibu hamil dan ibu menyusui? Bolehkah mereka berpuasa?.

Untuk ibu hamil dan menyusui, boleh saja melakukan ibadah puasa jika dirasa puasa tersebut tidak membahayakan dirinya sendiri, janin atau anaknya dan dalam keadaan sehat. Dan hukumnya menjadi wajib berpuasa, sehingga bila meninggalkannya akan berdosa.

Tetapi jangan khawatir karena Allah SWT adalah maha penyayang dan tidak akan memberatkan hambanya, bagi ibu yang merasa jika dengan berpuasa akan membahayakan keadaan anda dan janin atau anak, maka ibu diperbolehkan untuk berbuka dan menggantikan di hari yang lain.

Menurut dunia medis, ibu yang sedang hamil atau menyusui sebenarnya diperbolehkan untuk berpuasa. Tetapi, sebaiknya bagi ibu hamil diperbolehkan berpuasa jika umur kandungan sudah mencapai 16- 28 minggu. Pada periode tersebut ibu hamil sudah dapat beradaptasi karena adanya perubahan hormonal yang tidak terlalu menganggu. Sehingga akan tetap aman jika ibu melakukan ibadah puasa.

Ketika anda berpuasa, anda harus tetap memnuhi asupan gizi yang cukup bagi anda dan janin atau anak yang menyusui. Jangan sampai dengan puasa akan memnyebabkan risiko bagi janin dan anak anda. Karena kebutuhan gizi anda ketika berpuasa tentunya akan meningkat. Sehingga perlu perhitungan agar gizi ibu hamil dan menyusui tetap terpenuhi ketika berpuasa.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut, anda dapat menerapkan pola hidup sehat dan seimbang. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, yaitu harus yang mengandung cukup nutrisi, serta vitamin bagi ibu dan anaknya. Jika perlu, tambahkan konsumsi sayur dan buah serta minum air putih yang banyak.

Dan tak kalah penting, sebaiknya anda sering berkonsultasi dengan dokter tentang keadaan anda selama berpuasa. Dari pertama berpuasa dan ketika menjalaninya, karena dikhawatirkan akan memperburuk keadaan anda dan janin atau anak. Jadi ada baiknya jika anda sering kontrol ke dokter, sehingga keadaan anda akan terpantau. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY