Bolehkah Ibu Hamil Memakai High Heels?

SehatFresh.com – Bagi wanita, tampil dengan menggunakan sepatu hak tinggi atau high heels telah dianggap sebagai penyempurna kecantikan. Ini karena high heels membuat kaki tampak lebih jenjang sehingga secara tidak langsung juga meningkatkan rasa percaya diri ketika tampil di depan publik. Pada beberapa wanita, kebiasaan memakai high heels pun tetap dilakukan meski mereka tengah berbadan dua. Lantas, sebenarnya aman tidak memakai high heels saat hamil?

Pada trimester pertama, sejumlah ahli menyebutkan bahwa pemakaian high heels diperbolehkan. Kenaikan berat badan yang belum signifikan membuat pemakain high heels masih dianggap aman bagi kehamilan. Namun, para ibu yang hamil muda perlu ekstra waspada agar terhindar dari risiko fatal akibat terjatuh.

Sebaiknya, pakai sepatu dengan hak yang tidak terlalu tinggi dan juga dengan alas yang kokoh. Hindari penggunaan stiletto, platform heels, atau kitten heels. Semakin tipis hak sepatunya, semakin kecil dukungan untuk tubuh dalam menjaga keseimbangannya. High heels juga sebaiknya tidak dipakai untuk waktu yang lama. Jika sudah terasa pegal, lebih baik tanggalkan high heels untuk beberapa saat.

Bagaimana dengan trimester kedua? Sudah saatnya menyimpan high heels Anda karena pemakaian high heels di trimester kedua tidak disarankan. Meskipun memakai wedges yang alasnya lebih lebar, perubahan bentuk tubuh ditambah pemakaian high heels mengakibatkan pusat gravitasi tubuh berubah, sehingga saat berjalan menjadi kurang seimbang. Selain itu, ligamen juga cenderung longgar selama kehamilan. Akibatnya, sendi menjadi tidak stabil dan otot juga menjadi tegang. Pemakaian high heels juga meningkatkan risiko jatuh sehingga bisa membahakan janin di dalam kandungan.

Ada banyak alasan lainnya mengapa sebaiknya ibu hamil tidak memakai high heels, diantaranya:

  • Kaki bengkak. Suatu kondisi medis yang dikenal sebagai edema atau pembengkakan pada betis, pergelangan kaki, dan kaki sangat umum selama kehamilan. Pemakaian sepatu hak tinggi dapat memperburuk kondisi ini. Ketika memakai high heels, beban tubuh bertumpu pada satu titik, yaitu di bagian depan kaki. Karena kaki harus menopang beban tubuh berlebih, kaki menjadi semakin bengkak.
  • Nyeri punggung. Karena posisi kaki saat berdiri tidak rata, beban tubuh menjadi terpusat pada bagian depan kaki. Ligamen di punggung bawah dan kaki juga longgar selama kehamilan. Memakai high heels menempatkan tekanan berlebih pada sendi panggul dan punggung, karena dukungan yang tidak tepat. Hal ini menyebabkan nyeri di sekitar sendi, ligamen punggung bawah dan daerah panggul.
  • Otot meregang. Terkait perubahan hormon yang menyertai kehamilan, ligamen di pergelangan kaki dan betis menjadi lebih longgar. Hal ini menyebabkan terjadinya peregangan otot di kaki. Sepatu yang biasa dipakai sebelum kehamilan mungkin akan terasa sempit dan menyakiti kaki. Selain itu, kekuatan di pergelangan kaki juga cenderung berkurang karena kelebihan berat badan dan perubahan hormonal dalam tubuh. Berkurangnya keseimbangan akibat hal ini meningkatkan risiko jatuh dan risiko ini berlipat ganda bila ibu hamil memakai sepatu hak tinggi.

Selama kehmailan, alangkah baiknya menyimpan high heels Anda untuk sementara waktu agar dapat menjalani kehamilan dengan aman dan nyaman. Selain memakai sepatu hak tinggi, ada banyak cara lain agar seorang wanita tetap modis dan cantik selama kehamilannya. Efek penampilan fisik dengan memakai sepatu hak tinggi tidak sebanding dengan ketidaknyamanan dan risiko yang ditimbulkan. Memakai sepatu bertumit rendah atau flat shoes akan lebih nyaman dan juga lebih aman bagi ibu maupun keselamatan janin dalam kandungan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY