Bolehkah Wanita Konsumsi Obat Kuat? Apa Efek Sampingnya?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang diketahui jika selama ini obat kuat selalu diidentikan dengan pria yang memiliki gangguan seksual. Padahal, ada kalanya wanita juga memerlukan obat jenis tersebut untuk mengembalikan gairah seks. Lantas apa efek samping bagi wanita yang mengkonsumsi obat kuat?

Pria lebih memerlukan obat kuat dibandingkan wanita

Tidak dipungkiri jika jarang ada wanita yang datang secara khusus ke dokter spesialis, meminta untuk diresepkan obat kuat. Kondisi tersebut dapat dimaklumi karena dalam aktivitas seksual, wanita jarang sekali bersikap aktif. Untuk urusan yang satu ini, nafsu wanita memang dianggap tidak setinggi kaum pria.

Mungkin karena itulah jarang ada wanita yang sengaja meminta resep obat kuat kepada dokter atau bahkan mencari-cari obat kuat di pasaran. Bukan karena tabu, tapi karena wanita memang merasa tidak memerlukannya. Dalam hubungan seks wanita dapat melakukannya kapan saja, baik sedang kondisi mood atau pun tidak.

Hal ini tentu berbeda dengan pria yang memiliki peran aktif dalam hubungan seksual, sehingga harus bisa ereksi. Wajar akhirnya jika pria merasa perlu mencari obat kuat, apabila ketika mengalami gangguan dalam aktivitas seksual.

Bolehkan wanita mengkonsumsi obat kuat?

Ada kalanya wanita memerlukan obat kuat guna membangkitkan libido atau gairah seksual yang rendah. Meski demikan, wanita dianjurkan berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk diberikan arahan agar tidak membawa dampak buruk bagi kesehatannya.

Dokter spesialis atau konsultan seks kelak akan menganjurkan obat-obatan guna membangkitkan gairah seks, salah satunya dari golongan aphrodisiac. Obat Aphrodisiac dianggap dapat membantu wanita dalam meningkatkan produksi hormonal tubuh, khususnya hormon yang berkaitan dengan seksual.

Untuk mendapatkan penanganan medis, wanita sebelumnya harus menjalani sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan tersebut umumnya seputar kondisi fisik, laboratorium, rontgen serta pemeriksaan pada darah. Hasil pemeriksaan tersebut akan dijadikan dasar bagi dokter atau konsultan seks, untuk menentukan gangguan gairah seksual itu diakibatkan faktor psikis atau fisik.

Dokter atau konsultan selanjutnya akan menentukan terapi yang cocok dalam meningkatkan gairah seksual pada wanita, melalui obat-obatan tertentu. Pemberian obat juga harus disesuaikan dengan dosis berdasarkan tingkat keparahan gangguan seksual yang dialami wanita itu.

Hanya saja wanita harus sabar dalam menunggu reaksi dari obat yang diberikan. Hal tersebut karena efek obat jenis aphrodisiac tidak bisa sesaat, namun baru dirasakan dalam jangka panjang. Setelah mengkonsumsi obat aphrodisiac dalam beberapa kali, perlahan-lahan wanita akan merasakan peningkatan dari gairah seksualnya.

Hati-hati pilih obat kuat untuk wanita, karena efek sampingnya!

Penting bagi setiap wanita, jangan mencoba mengkonsumsi obat kuat dengan tujuan bereksperimen. Pasalnya langkah tersebut justru bisa berakibat fatal bagi tubuh. Dampak terburuk bisa saja tewas mendadak, akibat jantung terpacu cepat akibat pengaruh obat kuat.

Wanita perlu berhati-hati terhadap gencarnya iklan obat kuat yang memberikan janji-janji bombastis. Misalnya saja produsen yang mengiklankan suplemen tertentu sebagai obat kuat, sehingga mampu meningkatkan gairah seksual.

Padahal bisa saja produk yang dianggap sebagai obat tersebut, isinya hanyalah multivitamin dan mineral biasa. Alhasil akan lebih aman jika wanita berkonsultasi kepada dokter spesialis atau konsultan seks, guna mengatasi gangguan terkait aktivitas seksual. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here