Cacar air

Cacar air (varicella) adalah infeksi virus yang menyebabkan gatal dan kulit menjadi melepuh seperti ruam. Sebelum vaksinasi cacar rutin, hampir semua orang telah terinfeksi pada saat mereka mencapai usia dewasa dan terkadang disertai komplikasi serius. Bagi kebanyakan orang, cacar air adalah penyakit yang ringan. Vaksinasi cacar adalah cara aman yang efektif untuk mencegah cacar dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Gejala

Infeksi cacar air biasanya berlangsung sekitar lima sampai 10 hari. Ruam adalah indikasi tanda cacar. Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul satu atau dua hari sebelum ruam meliputi:

  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan dan tidak enak badan

Tahap pengembangan cacar

  • Timbulnya benjolan merah atau merah muda yang membesar dalam beberapa hari.
  • Benjolan menjadi menggelembung dan terisi cairan sekitar satu harisebelumpecahdanbocor.
  • Timbulnya kerak dan kudis yang menutupi lepuhan yang rusak dan memerlukan beberapahari lagiuntuk

Benjolan baru terus muncul selama beberapa hari. Akibatnya, Anda mungkin mengalami semua tiga tahap ruam (benjolan, lecet dan luka berkerak) pada waktu yang sama pada hari kedua setelah ruam. Setelah terinfeksi, Anda dapat menyebarkan virus hingga 48 jam sebelum ruam muncul dan Anda tetap dapat menularkan penyakit hingga semua kerak hilang. Penyakit ini umumnya bersifat ringan pada anak-anak yang sehat. Dalam kasus yang parah, ruam dapat menyebar menutupi seluruh tubuh dan lesi bisa terbentuk di tenggorokan, mata, selaput lendir uretra, anus dan vagina. Lesi baru akan terus muncul selama beberapa hari.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda menduga bahwa Anda atau anak Anda memiliki cacar air, konsultasikan segera hal tersebut dengan dokter. Dokter dapat mendiagnosis cacar dengan memeriksa ruam dan dengan mencatat gejala yang menyertainya. Dokter akan meresepkan obat untuk mengurangi keparahan cacar dan mengobati komplikasi jika diperlukan. Sebaiknya Anda membuat janji terlebih dahulu sebelum pergi ke dokter agar Anda tidak terlalu lama menunggu dan menghindari penularan infeksi ke orang lain di ruang tunggu.

Pastikan Anda memberitahu dokter mengenai hal di bawah ini jika komplikasi terjadi:

  • Ruammenyebar kesatu ataukedua mata.
  • Ruammenjadi sangatmerah, panas atau
  • Ruamdisertai denganpusing, disorientasi, denyut jantung yang cepat, sesak napas, tremor, kehilangan koordinasiotot, batuk persisten, muntah, leherkakuataudemamtinggi yang melebihi suhu 103F(39,4 C).

Faktor risiko

Cacar disebabkan oleh virus varicella-zoster yang bersifat sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan ruam atau dengan tetesan yang tersebar ke udara melalui batuk atau bersin.

Anda lebih berisiko terkena cacar jika Anda:

  • Tidak pernah mengalami cacar.
  • Tidak pernah mendapatkan vaksin cacar.
  • Bekerja di fasilitassekolah ataupenitipan anak.
  • Hidup dengan anak-anak.

Banyak orang telah divaksinasi terhadap cacar air atau yang pernah menderita cacar air menjadi kebal terhadap virus.

Komplikasi

Cacar biasanya merupakan penyakit ringan, tapi bisa menjadi serius dan mengakibatkan komplikasi, terutama pada orang yang berisiko tinggi mengembangkannya. Komplikasi meliputi:

  • Infeksi bakteripada kulit, jaringan lunak, tulang, sendiataualiran darah(sepsis).
  • Pneomonia
  • Radang otak(ensefalitis).
  • Toxic shock syndrome.
  • SindromReyebagi orangyang meminum aspirinselamacacar.

Siapa yang berisiko?

Mereka yang berisiko tinggi mengalami komplikasi cacar air meliputi:

  • Bayi yang baru lahirdanbayi yang ibunyatidak pernahmenderita cacar air atau mendapatkan vaksin cacar.
  • Orang dewasa.
  • Wanita hamilyang belum pernah menderita cacar air.
  • Orang dengan sistemkekebalan tubuh yangterganggukarenaobat-obatanseperti kemoterapiatau penyakitlainseperti kankeratauHIV.
  • Orang yangmengambil obatsteroiduntuk penyakitatau kondisilainseperti anak-anakdengan asma.
  • Orang yang memakaiobat penekansistem kekebalan tubuh.

Cacar dan kehamilan

Komplikasi lain dari cacar air mempengaruhi wanita hamil. Cacar pada awal kehamilan dapat menyebabkan berbagai masalah pada bayi baru lahir seperti berat badan yang rendah dan cacat lahir seperti kelainan anggota tubuh. Ancaman yang lebih besar untuk bayi terjadi ketika ibu mengembangkan cacar air pada minggu sebelum kelahiran. Hal tersebut dapat menyebabkan infeksi serius yang mengancam jiwa pada bayi yang baru lahir. Jika Anda sedang hamil dan tidak kebal terhadap cacar air, segera temui dokter untuk membahas risiko cacar terhadap Anda dan janin Anda.

Cacar air dan herpes zoster

Jika Anda sudah menderita cacar air, Anda berisiko mengalami penyakit lain yang disebabkan oleh virus varicella-zoster yang disebut herpes zoster. Setelah infeksi cacar air, beberapa virus varicella-zoster dapat tetap berada di sel-sel saraf Anda. Bertahun-tahun kemudian, virus dapat aktif dan muncul kembali sebagai herpes zoster atau cacar ular. Virus ini lebih mungkin untuk muncul kembali pada orang dewasa yang lebih tua dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Herpes zoster dapat menyebabkan komplikasi tersendiri atau suatu kondisi dimana rasa sakit herpes zoster berlanjut lama setelah lepuhan hilang. Komplikasi ini disebut neuralgia postherpetic. Vaksin herpes zoster (Zostavax) tersedia dan dianjurkan untuk orang dewasa usia 60 tahun dan lebih tua yang telah menderita cacar air.

Tes dan diagnosa

Dokter umumnya mendiagnosa cacar berdasarkan tanda ruam yang ada. Jika ada keraguan tentang diagnosis, cacar dapat dikonfirmasi dengan tes laboratorium seperti tes darah atau kultur sampel lesi.

Perawatan dan pengobatan

Pada anak-anak sehat, cacar air biasanya tidak memerlukan perawatan medis. Dokter mungkin meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Jangan menggaruk benjolan, lepuhan atau luka cacar karena menggaruk dapat menyebabkan jaringan parut, penyembuhan lambat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

Jika Anda berisiko tinggi mengalami komplikasi

Bagi orang yang memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi dari cacar air, dokter terkadang meresepkan obat untuk mempersingkat durasi infeksi dan membantu mengurangi risiko komplikasi. Jika Anda atau anak Anda berada ke dalam kelompok berisiko tinggi, dokter mungkin menyarankan obat antivirus seperti acyclovir (Zovirax) atau obat lain yang disebut immune globulin intravenous (IGIV). Obat-obat ini dapat mengurangi keparahan penyakit jika diberikan dalam waktu 24 jam setelah ruam pertama muncul. Obat anti-virus lain seperti valacyclovir (Valtrex) dan famciclovir (Famvir) juga dapat mengurangi keparahan penyakit, tetapi hanya boleh digunakan pada orang dewasa. Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan vaksin cacar setelah terpapar virus. Hal ini dapat mencegah penyakit atau mengurangi keparahan yang mungkin terjadi. Penderita cacar air tidak boleh diberi obat yang mengandung aspirin karena kombinasi ini telah dikaitkan dengan suatu kondisi yang disebut sindrom Reye.

Mengobati komplikasi

Jika komplikasi berkembang, dokter akan menentukan perawatan yang tepat seperti pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi kulit dan pneumonia. Pengobatan untuk ensefalitis biasanya dibantu dengan obat antivirus dan rawat inap mungkin diperlukan.

Pencegahan

Vaksin cacar (varicella) adalah cara terbaik untuk mencegah cacar air. Meski vaksin tidak memberikan perlindungan sepenuhnya, vaksin dapat mengurangi keparahan penyakit secara signifikan.

Vaksin cacar air (Varivax) direkomendasikan untuk:

  • Anak-anak: Anak-anak menerima dua dosis vaksin varicella, pertama antara usia 12-15 bulan dan yang kedua antara usia 4-6 tahun sebagai bagian dari jadwal imunisasi rutin. Vaksin dapat dikombinasikan dengan vaksin campak, gondok dan rubella, tetapi kombinasi dapat meningkatkan risiko demam dan kejang dari vaksin. Diskusikanlah pro dan kontra dari penggabungan vaksin dengan dokter anak Anda.
  • Anak-anakyang tidak divaksinasi: Anak-anak usia7 sampai 12tahunyangbelum divaksinasiharus menerimaduadosisvaksinvaricella diberikan dalam 3 bulan. Anak usia13 tahun ataulebih tuayangbelum divaksinasijuga harusmenerima duadosisvaksin yang diberikan setidaknya dalam empat minggu.
  • Orang dewasayang tidak divaksinasi dan belum pernah menderita cacar air: Petugas kesehatan, guru, karyawanpenitipan anak, wisatawan internasional, personil militer, orang dewasayanghidup dengananak-anak dansemua wanitausia subur serta orang dewasa yangbelum pernahmenderita cacar airataudivaksinasibiasanyamenerima duadosis vaksindalam empat hingga delapan minggu. Jika Andatidak ingatapakah Anda pernah menderita cacar atau menerima vaksin, tes darahdapat menentukankekebalan

Jika Anda sudah menderita cacar air, Anda tidak memerlukan vaksin cacar. Kasus cacar biasanya membuat seseorang kebal terhadap virus, meskipun Anda mungkin mengalami cacar lebih dari sekali. Namun, jika Anda lebih tua dari 60 tahun, berkonsultasilah dengan dokter mengenai vaksin herpes zoster.

Vaksin cacar tidak disetujui untuk:

  • Wanita hamil.
  • Orang dengankekebalanyang lemah seperti penderita HIV atauorang yang memakai obatpenekan kekebalan.
  • Orang yangalergi terhadapgelatinatau antibiotik

Jika Anda tidak yakin akan kebutuhan vaksin, dokter dapat memberi pemahaman pada Anda. Jika Anda berencana untuk hamil, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan Anda mendapatkan vaksinasi terbaru sebelum memulai kehamilan.

Orang tua biasanya bertanya-tanya mengenai keamanan vaksin. Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin cacar aman dan efektif. Efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan seperti kemerahan, nyeri, pembengkakan dan benjolan di bekas suntikan.