Cara Atasi dan Perawatan untuk Sperma yang Berdarah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Darah dalam air mani (semen) bisa saja dialami oleh seorang pria. Meski pada umumnya kasus yang sering disebut hematospermia ini bersifat self-limiting dan akan hilang dengan sendirinya, tindakan medis lebih lanjut bisa saja diperlukan untuk mengatasinya.

Dokter ahli urologi (urolog) adalah ahli medis yang harus ditemui apabila Anda mengalami hematospermia. Tergantung pada penyebab hematospermia, dokter ahli urologi dapat memberikan atau menyarankan beberapa jenis pengobatan.

Untuk mengetahui penyebab sperma berdarah, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan secara lengkap terlebih dahulu, termasuk aktivitas seksual yang dilakukan. Pemeriksaan fisik pada kelamin, dubur dan tekanan darah juga dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Faktor-faktor lain yang menentukan tingkat pemeriksaan meliputi usia pasien, durasi masalah dan kehadiran hematuria (darah di urine).

Ada dua kemungkinan tindakan untuk mengatasi sperma berdarah. Pertama adalah perawatan di rumah. Kedua, pengobatan lebih lanjut.

Perawatan di rumah mencakup:

  • Istirahat yang cukup

Jika penyebabnya adalah cedera ringan, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat yang cukup agar kondisi tubuh kembali pulih. Dengan pulihnya kesehatan, maka sperma berdarah dapat hilang dengan sendirinya.

  • Kompres

Jika terjadi pembengkakan pada area pangkal paha, Anda dapat mengompresnya selama 1–20 menit dengan kompres dingin. Pada kasus pembengkakan ini, sperma berdarah juga akan hilang dengan sendirinya.

Sementara itu, perawatan tindak lanjut berupa:

  • Obat antiinflamasi atau antiradang

Obat antiinflamasi dapat menjadi terapi dalam mengatasi sperma berdarah yang disebabkan oleh peradangan.

  • Obat antibiotik

Jika disebabkan karena infeksi, urolog mungkin akan memberi resep obat antibiotik untuk mengatasi infeksi yang menjadi penyebab sperma berdarah.

  • Obat sesuai kondisi medis

Pada sperma berdarah yang disebabkan karena kondisi medis tertentu lainnya, seperti tekanan darah tinggi atau penyakit hati, dokter mungkin akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi medis yang mendasari munculnya keluhan sperma berdarah. Dengan mengatasi penyakit tersebut, maka sperma berdarah diharapkan bisa berhenti.

  • Operasi

Sperma berdarah yang disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran di alat kelamin dan dinilai tidak cukup bila hanya ditangani dengan pengobatan biasa, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan. Pembedahan juga mungkin dilakukan pada kasus penyumbatan di saluran kemih, adanya kanker, tumor di prostat, dan saluran genital lainnya.

Jika sperma berdarah dialami hanya satu kali dan tidak disertai dengan gejala lain, keluhan tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya. Namun, waspada jika sperma berdarah terjadi lebih dari 3– 4 minggu, disertai dengan gejala lain, seperti sakit saat buang air kecil atau besar, demam, kencing berdarah, sakit pinggang, nyeri saat ejakulasi hingga pembengkakan pada skrotum.

Hal yang perlu ditekankan adalah untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui penyebab dan cara mengatasi sperma berdarah yang dialami. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here