Cara Bersetubuh dan Teknik Bercinta dalam Ajaran Islam

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika hubungan seksual menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi suami istri. Khusus bagi kaum muslimin dan muslimah, terdapat tata cara yang harus diperhatikan dalam berhubungan seksual. Lantas bagaimana cara dan teknik bersetubuh dalam ajaran Islam?

Cara berhubungan seksual yang dianggap menyenangkan bagi setiap pasangan, belum tentu sesuai dengan ajaran dalam Islam. Pasalnya  tidak semua gaya atau teknik bercinta yang kini dipraktekkan setiap pasangan, sesuai dengan syariat yang dianjurkan dalam  Islam.

Saat ini cukup banyak buku terkait teknik bercinta yang beredar di kalangan masyarakat. Jika diamati, buku-buku itu hanya memberikan informasi terkait cara berhubungan seksual yang menyenangkan saja. Alhasil bagi kaum muslimin dan muslimah, informasi tersebut perlu difilter lebih lanjut apakah sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.

Di dalam Islam, hubungan seksual tidak hanya sekedar urusan puas atau tidak puas belaka. Namun Islam mengajarkan bahwa hubungan seksual suami istri juga merupakan salah satu bentuk ibadah. Alhasil perlu tata cara yang baik dalam berhubungan seksual, sehingga nilai-nilai ibadahnya bisa tercapai. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara bersetubuh yang dianjurkan dalam Islam:

  • Dianjurkan untuk foreplay (pemanasan)

Suami seharusnya memulai hubungan seks diawali dengan bersenda gurau dengan istri. Suami bisa merangkul, memeluk hingga mencium bagian wajah istri. Foreplay atau pemanasan sebelum melakukan penetrasi, memiliki tujuan guna menghadirkan komunikasi yang baik antara suami istri. Dengan pemanasan yang cukup dan benar, maka aktivitas seksual dapat lebih menyenangkan kedua belah pihak.

  • Dianjurkan untuk berhias diri

Suami dan istri dianjurkan untuk berhias diri sebelum bertemu dengan pasangannya. Islam mengajarkan suami untuk membersihkan mulutnya, dengan tujuan agar istri semakin jatuh cinta. Begitu pula para istri yang dianjurkan untuk berhias, menggunakan parfum hingga mempercantik diri.

  • Tidak telanjang bulat ketika berhubungan seksual

Islam mengajarkan estetika bagi suami istri ketika bersetubuh. Berbeda dengan buku-buku yang mengajarkan tentang cara bersetubuh, Islam melarang suami istri bercinta dalam keadaan telanjang bulat.

  • Dianjurkan untuk sholat sunnah 2 rakaat sebelum bersetubuh

Islam memberikan anjuran bagi suami istri sebelum melakukan hubungan seksual, untuk melakukan sholat sunnah dua rakaat. Tujuannya agar aktivitas seksual berada dalam lindungan Allah SWT, sekaligus jauh dari godaan syetan yang terkutuk.

  • Tidak melakukan hubungan seksual ketika istri sedang haid

Dalam Islam sangat tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual ketika istri dalam keadaan haid. Alhasil suami baru diperbolehkan melakukan hubungan seksual kembali, setelah masa menstruasi berakhir.

  • Posisi suami berada di atas

Berhubungan seksual dalam Islam tidak hanya sekedar untuk memenuhi hasrat biologis, namun juga sebagai sarana untuk menjalankan fungsi reproduksi. Alhasil posisi yang dianjurkan adalah suami berada di atas, sedangkan istri di bawah. Dengan suami berada di atas, maka sperma akan lebih efektif untuk menembus sel telur sehingga peluang terjadinya pembuahan semakin besar. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here