Cara Diagnosis Migrain

SehatFresh.com – Kebanyakan orang mendefinisikan migrain sebagai sakit kepala sebelah. Padahal, migrain merupakan jenis sakit kepala dengan gejala yang kompleks. Sakit kepala migrain ditandai dengan timbulnya sensasi berdenyut yang intens di salah satu sisi kepala disertai mual, muntah, dan peningkatan sensitifitas terhadap cahaya dan suara.

Sebelum terserang migrain, beberapa orang mungkin mengalami gejala peringatan sensorik yang disebut aura. Ini seperti sakit saat melihat cahaya, munculnya titik buta di bidang pandang, serta kesemutan di lengan atau kaki. Rasa sakit akibat migrain bisa menetap selama berjam-jam, atau bahkan berhari-hari. Ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Migrain berhubungan dengan sedikit penigkatan risiko stroke dan kondisi mental seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan panik, dan gangguan bipolar. Sejumlah ahli menganggap migrain sebagai sakit kepala dengan kecenderungan yang diwariskan. Seringkali, serangan migrain dipicu oleh kombinasi faktor stres, cahaya, kebisingan, kelelahan, fluktuasi hormon, dan makanan.

Migrain tidak dapat disembuhkan, tapi kondisinya bisa dikendalikan. Obat pereda nyeri yang dijual bebas umumnya dapat menjadi solusi ketika serangan migrain muncul. Tapi, semakin migrain kambuh, konsumsi obat juga semakin sering. Konsumsi obat jangka panjang bisa menyebabkan ketergantungan dan memicu komplikasi nyeri atau pendarahan pada perut. Jika Anda mengalami migrain lebih dari 15 hari per bulan, Anda mungkin memiliki migrain kronis.

Perubahan pola sakit kepala baik itu dari segi frekuensi atau keparahan, bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius. Jika Anda sering sakit kepala atau mengalami gejala-gejala yang mengarah ke migirain, sangat penting untuk diperiksakan ke dokter guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Ini membantu memastikan bahwa keluhan yang Anda alami bukan tanda penyakit serius dan keluhan juga akan ditangani dengan cara yang lebih tepat. Diagnosis dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengontrol gejala lebih efektif, bahkan mencegah kekambuhan serangan migrain.

Pada dasarnya, migrain didiagnosis dengan mengidentifikasi pola sakit kepala sesuai dengan gejala lain yang menyertainya. Diagnosis awal akan mengacu pada riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi penyakit lain yang mungkin menjadi penyebab migrain. Untuk membuat diagnosis yang kuat, informasinya bersumber dari:

Riwayat sakit kepala dan gejala yang sering menyertainya

  • Fitur sakit kepala (misalnya, seberapa sering, seberapa parah, dan apakah gejalanya menetap atau datang dan pergi).
  • Efek sakit kepala terhadap aktivitas sehari-hari.
  • Riwayat sakit kepala dalam keluarga.

Pemeriksaan menyeluruh, termasuk penilaian neurologis lengkap

Informasi rinci mengenai keluhan sakit kepala yang sering Anda rasakan sangat dibutuhkan dalam diagnosis migrain. Untuk memudahkan diagnosis, Anda dapat mencatat serangan migrain yang Anda alami yang mencakup gejala, frekuensi, dan keparahan setiap kali migrain menyerang. Dalam catatan tersebut, rincian pengobatan yang telah dicoba juga perlu dituliskan secara detail. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin melibatkan beberapa pemeriksaan berikut ini:

  • Tes darah, dilakukan untuk mengidentifikasi adanya masalah pada pembuluh darah, serta infeksi pada sumsum tulang belakang atau otak.
  • Computerized tomography (CT) scan, dilakukan untuk mendiagnosa tumor, infeksi, kerusakan atau pendarahan di otak, serta masalah medis lainnya yang mungkin menjadi penyebab sakit kepala.
  • Magnetic resonance imaging (MRI), dilakukan untuk mendiagnosa tumor, stroke, infeksi, atau pendarahan di otak serta masalah lain yang berhubungan dengan sistem saraf.

Spinal tap, dilakukan untuk mengambil sampel cairan serebrospinal untuk kemudian dianalisis di laboratorium.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY