Cara Melatih Daya Ingat Anak Usia Batita dan Balita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika setiap orang tua menginginkan buah hatinya cerdas atau mempunyai daya ingat yang baik. Dengan mempunyai daya ingat yang baik, orangtua tentu mengharapkan putra-putrinya tidak kesulitan dalam menyerap pelajaran di sekolah. Lantas bagaimana cara melatih daya ingat anak di usia batita (anak di bawah tiga tahun) dan balita (anak di bawah lima tahun)?

Anak harus memiliki daya ingat yang baik

Ketika memasuki dunia pendidikan baik di usia dini atau sekolah dasar, seorang anak dituntut untuk memiliki daya ingat yang baik. Pasalnya anak akan menghadapi tes atau ujian, guna mengukur kemampuan kognitifnya.

Anak yang mempunyai daya ingat yang baik, pasti tidak akan kesusahan ketika harus menjawab pertanyaan yang diajukan dalam tes atau ujian. Hanya saja situasi akan berbeda ketika seorang anak memiliki daya ingat yang lemah.

Berbagai faktor memang mempengaruhi daya ingat seorang anak. Mulai faktor nutrisi, genetis, hingga faktor eksternal seperti cara belajar dan latihan. Melatih daya ingat untuk anak dalam kategori batita dengan balita, tentu saja memiliki perbedaan. Lantas apa saja perbedaannya?

Melatih daya ingat untuk anak usia batita

Orangtua harus pandai membangun komunikasi dengan anak yang masih di usia batita. Anak dapat diajari dengan hal-hal kecil seperti menanyakan berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Secara tidak langsung, anak akan terpancing untuk menceritakan kegiatan yang diingatnya.

Pertanyaan sederhana yang bisa diajukan orangtua seperti “tadi bermain dengan siapa saja?”, “tadi bermain apa saja?”, “tadi menaruh mainannya dimana?”, dan pertanyaan yang lainnya. Anak juga harus diarahkan untuk melatih interaksi dirinya dengan lingkungan sekitar.

Orangtua dapat memulai dengan hal-hal sederhana, seperti menaruh barang mainannya di tempat tertentu. Hal tersebut dilakukan agar anak mudah mencari, kemudian menaruh kembali barang-barang mainannya. Dengan cara tersebut anak akan terbiasa berpikir dan mengolah daya ingat, dalam aktivitas sehari-hari.

Cara lain untuk melatih daya ingat anak di usia batita juga bisa menggunakan permainan puzzel. Namun yang perlu dicatat gunakan puzzel yang tidak terlalu rumit, semisal 3 hingga 5 keping. Orangtua awalnya memberi waktu kepada anak untuk mengamati bentuknya, kemudian melepas puzzel tersebut untuk disusun kembali oleh anak.

Melatih daya ingat untuk anak usia balita

Cara melatih daya ingat untuk anak diusia batita dengan balita, tentu saja berbeda. Pada anak di usia balita bisa diawali dengan memberikan pertanyaan yang lebih kompleks, terkait kegiatannya di rumah atau sekolah. Pertanyaan yang bisa diberikan seperti “apa saja yang diajarkan guru?”, “ada berapa jumlah teman yang tidak hadir di sekolah tadi?” “apakah ada PR yang diberikan?” dan pertanyaan lainnya.

Anak juga bisa dilibatkan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari. Tentu saja hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan daya ingat anak. Selanjutnya anak akan terbiasa mengingat aktivitas yang telah disusun, sehingga daya ingat akan terus terlatih. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here