Cara Memilih Susu Formula

SehatFresh.com – Air susu ibu (ASI) merupakan makanan alami terbaik dari ibu untuk bayi. Namun, ada sebagian wanita yang tidak bisa memberikan ASI karena beberapa alasan tertentu. Salah satunya karena produksi ASI yang sedikit. Langkah memberi susu formula akhirnya dijadikan pilihan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, terutama bayi yang baru lahir.

Para ahli menyebutkan bahwa kriteria susu formula yang baik adalah susu formula yang kandungan nutrisinya mendekati ASI. Semakin lengkap kandungannya, maka semakin bagus kualitas susu formula tersebut. Saat ini, telah banyak aneka merek susu formula bayi di pasaran. Masing-masing mengunggulkan kandungan nutrisi di dalamnya. Jika dulu susu formula hanya mengandung protein, karbohidrat, dan lemak, kini semakin banyak penelitian dilakukan untuk membuat kandungan nutrisi susu formula semakin banyak.

Untuk bayi baru lahir dan masih di bawah usia satu tahun, sebaiknya pilih produk susu formula yang berasal dari susu sapi. Pada dasarnya semua produk susu formula terdiri dari kumpulan nutrisi utama yang sama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Namun, yang membedakan adalah jenisnya. Contohnya, produk A memakai protein jenis whey, lalu produk B memakai protein jenis casein, sementara produk C menggabungkan keduanya. Anda perlu memperhatikan jenis protein yang digunakan. Protein whey umumnya lebih direkomendasikan untuk bayi baru lahir karena sifatnya lebih mudah dicerna.

Susu formula mengandung banyak tambahan zat gizi yang sudah diukur dan disesuaikan dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap kelompok usia anak. Pilihlah susu formula yang pas dan sesuai dengan kondisi tubuh anak dan tidak menyebabkan reaksi atau gangguan pada fungsi organ tubuhnya. Anda perlu mencermati apakah anak Anda memiliki riwayat alergi dalam keluarga atau intoleransi terhadap susu sapi. Risiko ini timbul jika salah satu atau kedua orang tua pernah mengalami alergi atau ketidakcocokan dalam mengkonsumsi susu sapi.

Dalam banyak kasus, banyak orang tua yang segera mengganti merk susu formula begitu mengetahui anaknya kembung dan diare, padahal mungkin masalahnya bukan karena anak memiliki alergi pada lemak susu sapi tapi melainkan anak sedang terkena infeksi. Infeksi bisa didapat bayi dari botol susu, tutup botol dan dot yang tidak disterilisasi, atau bisa juga sebagai akibat meminum susu formula yang basi.

Peranan susu formula sebagai makanan bayi sangat menentukan kesehatan bayi. Memberi susu formula yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika Anda telah memutuskan untuk memberikan susu formula kepada bayi Anda namun masih bingung dengan banyaknya pilihan yang tersedia, atau Anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengganti susu formula, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter. Dokter bisa memberi rekomendasi susu formula yang tepat bagi bayi sesuai dengan tingkat kesehatan bayi, usia dan tingkat kebutuhan gizi bayi. Dokter juga nantinya akan memantau reaksi serta menyelidiki gejala apapun yang timbul setelah pemberian susu formula tersebut.

Sumber gambar : kaskus.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY