Cara Meminimalisir Otitis Media atau Infeksi Telinga

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah Anda mendengar otitis media? Bukan, otitis media tidak memiliki kaitan dengan hepatitis atau meningitis? Meski begitu, otitis media masih berada dalam lingkup yang sama dengan hepatitis dan meningitis yakni kesehatan.

Otitis media adalah infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah. Persisnya, infeksi ini terjadi di belakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil. Tiga tulang kecil ini berfungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.

Hati-hati, semua orang bisa mengalami otitis media. Lebih spesifik, otitis media lebih umum terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan pada bayi berusia antara 6–15 bulan. Menurut perkiraan, sekitar 25% anak-anak mengalami otitis media sebelum berusia 10 tahun.

Pada beberapa kasus, membersihkan kotoran telinga dengan cotton bud juga bisa menimbulkan iritasi di telinga. Kadang-kadang, selain menggunakan cotton bud, ada pula yang menggunakan pengorek dari besi atau baja yang agak tajam. Bila tak digunakan secara hati-hati, kotoran di dalam telinga akan justru terdorong lebih dalam. Padahal, sesungguhnya kotoran atau lilin yang ada di dalam telinga diproduksi secara alami oleh tubuh untuk menangkap debu agar tak masuk ke dalam telinga. Pada akhirnya, kotoran atau lilin keluar sendiri, meski tidak dibersihkan menggunakan cotton bud.

Otitis media sendiri dapat diklasifikasikan menjadi tiga yakni otitis media akut (OMA), otitis media efusi (OME) dan otitis supuratif kronis (OMSK). Bakteri yang sering menyebabkan otitis media akut pada anak-anak adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.

Anak-anak dengan otitis media akut sering datang dengan keluhan demam mendadak, sakit telinga, dan demam. Untuk pemeriksaan fisik, pada pasien dengan otitis media akut akan didapati gendang telinga yang menonjol (bulging) dan berwarna kuning atau putih disertai dengan pembuluh darah yang melebar. Penderita juga mengalami penurunan pergerakan gendang telinga pada pemeriksaan otoskopi pneumatik.

Lantas, apakah otitis media bisa dicegah? Well, pencegahan sepenuhnya tidak bisa. Tapi, meminimalisir potensi terkena otitis media bisa. Berikut ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena otitis media:

  • Jauhkan anak-anak dari lingkungan kurang kondusif, seperti penuh asap atau berada di lingkungan perokok.
  • Lengkapi vaksinasi pada anak-anak sesuai jadwal, khususnya vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib. Vaksinasi pneumokokus telah diperkenalkan untuk digunakan pada bayi dan anak-anak di bawah usia dua tahun dan juga pada anak-anak di atas dua tahun yang memiliki risiko tinggi terhadap OMA berulang.
  • Utamakan berikan ASI, bukan susu formula, kepada bayi.
  • Hindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi.
  • Hindari pula memberi makan pada anak saat mereka berbaring.
  • Hindari juga memberikan dot pada mereka. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here