Cara Menangani Anak yang Sering Menjadi Korban Bullying

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, tahukah Anda bagaimana cara menangani anak yang sering menjadi korban bullying agar anak tetap bisa mengalami pertumbuhan psikologis yang normal?

Penanganan Anak Korban Bullying

Cara menangani anak korban bullying adalah dengan melakukan integrasi yang melibatkan semua komponen pihak berkepentingan. Baik itu dari orangtua, guru, murid, kepala sekolah yang memiliki tujuan untuk menghentikan tindakan bullying.

Adanya program anti-bullying di sekolah dapat bermanfaat bagi efek jera untuk pelaku. Bisa menggunakan kampanye dengan memasukkan materi bullying ke dalam materi belajar bagi pengembangan perilaku pribadi atau personal para murid. Ada banyak cara untuk menangani anak sebagai korban bullying ialah sebagai berikut:

  • Tumbuhkan Kembali Percaya Diri pada Anak

Sebagai orangtua, guru PAUD, guru TK, dan guru SD sangat berperan aktif dalam mengenal sifat anak sejak dini. Jika bullying terjadi setelah anak SD, SMP, dan SMA, sebelumnya anak sudah terbentuk rasa percaya diri yang baik. Jika sudah terlambat, maka cara menangani anak korban bullying ialah dengan memberikan aktivitas positif bagi anak yang disukai dan menemukan bakat anak sehingga anak merasa bahwa dirinya berharga.

  • Beri Pelatihan Kemampuan Sosial pada Anak

Anak yang memiliki sifat pemalu karena sering dibully juga perlu diberi pelatihan menghadapi persoalan sosial dengan cara melibatkan anak pada aktivitas sosial seperti berkunjung ke rumah saudara yang juga memiliki anak seumuran atau sebaya. Diajak play date bersama temannya sehingga anak tidak kesepian.

  • Latih Anak untuk Berani Berkata “Tidak”

Ada baiknya seorang anak yang menjadi korban bully diajak bicara dan dibentuk untuk berani melawan tindak kekerasan sehingga pelaku tidak semakin parah.

  • Didukung dan Dicintai

Seorang anak sebagai korban bully sebaiknya mendapat dukungan dan cinta yang penuh dari keluarga agar anak merasa ada yang memperhatikan dan tidak berubah menjadi anak yang minder. Sesekali beri pujian pada anak yang memiliki prestasi atau sudah mau membantu pekerjaan orangtua. Tumbuhkan rasa bangga pada anak mengapa dia dilahirkan.

  • Lakukan Kompetisi Sehat dan Jangan Membanding-bandingkan Anak

Sebaiknya sebagai orangtua maupun guru menciptakan suasana kompetisi yang sehat sehingga anak terbiasa menerima kemenangan maupun kekalahan. Hindari untuk membanding-bandingkan anak satu dengan anak lainnya sehingga tidak terjadi rasa sakit hati yang lama-kelamaan menumbuhkan sifat iri pada anak yang lain.

  • Ajari Terbuka

Sejak kecil biasakan anak bercerita tentang kehidupannya di sekolah agar ketika terjadi tindakan buruk dari temannya, anak tidak mengalami stress karena merasa berat menghadapi persoalan seorang diri.

Demikian informasi mengenai cara menangani anak dari korban bully, semoga dapat bermanfaat bagi Pembaca dalam mendidik anak-anaknya. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY