Cara Menangani Torsio Testis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Torsio testis merupakan terpuntirnya testis di dalam skrotum, sehingga menghambat aliran darah ke testis dan struktur jaringan di dalam skrotum (kantung zakar).

Torsio testis terjadi akibat adanya perkembangan abnormal dari korda spermatika atau selaput yang membungkus testis. Kejadian torsio testis biasanya pada masa remaja dan dewasa muda yaitu sekitar 25 tahun, namun dapat juga terjadi pada usia berapa pun.

Sekitar 50% pasien torsio testis disebabkan setelah testis mengalami trauma, selain itu torsio testis dapat terjadi ketika seorang pria melakukan aktivitas yang sangat berat atau bisa juga terjadi tanpa alasan yang jelas.

Pasien-pasien dengan torsio testis dapat mengalami tanda dan gejala sebagai berikut:

  1. Merasakan nyeri hebat yang mendadak pada salah satu testis, disertai atau tanpa penyebab.
  2. Nyeri perut bagian bawah
  3. Mual atau muntah
  4. Sakit kepala ringan
  5. Nyeri tekan
  6. Demam
  7. Skrotum yang membengkak pada salah satu sisi
  8. Eritema atau kemerahan
  9. Hilangnya reflek kremasterika

Untuk mengetahui adanya torsio testis biasanya dibantu dengan transiluminasi test (tumor tidak tertransiluminasi) dan pemeriksaan USG skrotum untuk menggambarkan testis dan menentukan apakah ada tumor (pembengkakan) atau tidak.

Bagaimana Penanganan Torsio Testis?

Dalam dunia kesehatan, Satu-satunya cara untuk menangani torsio testis yaitu dengan pembedahan untuk melepaskan puntiran. Pada torsio testis perlu dilakukan tindakan pembedahan segera karena pada torsio testis kerusakan testis dapat terjadi dalam waktu yang singkat.

Ahli bedah akan melakukan pengangkatan ikatan yang membelit testis dan mengembalikan testis ke posisi normal serta mengembalikan aliran darah yang terhambat.

Testis umumnya dapat diselamatkan jika pembedahan dilakukan dalam waktu 6 jam setelah munculnya gejala pada torsio testis. Apabila operasi dilakukan setelah 6 jam dari rasa sakit dimulai, maka kemungkinan testis tidak dapat diselamatkan atau akan terjadi kerusakan permanen bahkan testis akan hilang.

Testis yang tersisa akan diperbaiki oleh ahli bedah untuk menghindari kejadian torsio testis yang berulang di kemudian hari. Apabila testis mengalami kerusakan permanen dan tidak berfungsi, testis akan diangkat. Apabila fungsi testis masih normal maka tidak akan diangkat serta seksualitas dan kemampuan bereproduksi pasien tidak akan terganggu.

Pasien yang telah menyelesaikan pembedahan sebaiknya disarankan untuk berbaring di tempat tidur. Hindari mengangkat benda berat atau olahraga kontak dan seks untuk sementara guna kesembuhan pasien.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY