Cara Mencegah dan Menangani Emboli Air Ketuban

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mengenal lebih jauh tentang emboli air ketuban sangat bermanfaat bagi para ibu hamil. Pasalnya, emboli air ketuban menjadi salah satu resiko terganggunya sirkulasi darah setelah proses persalinan. Meskipun kasus emboli air ketuban jarang sekali dialami, namun alangkah baiknya jika kita mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya emboli air ketuban. Serta bagaimana penanganannya jika ternyata kejadian ini terjadi pada ibu bersalin.

Terjadinya emboli air ketuban tidak dapat dipastikan hanya karena ibu menjalani persalinan secara caesar atau dengan tindakan vakum forceps saja, namun dalam persalinan normal pun tetap beresiko terjadi emboli air ketuban. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan pada ibu hamil dan tenaga medis untuk menghindari emboli air ketuban setelah persalinan yaitu :

  1. Pemeriksan Antenatal

Pemeriksaan antenatal atau biasa disebut dengan ANC (Antenatal Care) adalah jenis pemeriksaan yang harus dilakukan oleh ibu hamil. Pemeriksaan dianjurkan untuk rutin sesuai dengan saran dokter atau bidan. Saat pemeriksaan, biasanya dokter atau bidan akan melakukan observasi, memberikan eduksasi seputar kehamilan serta melakukan penanganan medis jika terjadi seuatu masalah.

Maka dari itu, pemeriksaan antenatal sangat bermanfaat untuk memantau kondisi kehamilan dan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya resiko emboli air ketuban.

  1. Memperhatikan Indikasi Induksi Persalinan

Upaya pencegahan lainnya yang sangat penting yaitu dengan memperhatikan indikasi induksi saat persalinan. Upaya ini harus diketahui bagi tenaga medis yang akan membantu persalinan. Saat proses persalinan berlangsung, apabila air ketuban belum juga keluar hendaknya air ketuban dipecah saat akhir his (kontraksi) sehingga tekanan tidak terlau besar dan mengurangi masuk ke dalam pembuluh darah. Selain itu juga harus memperhatikan agar tangan tetap di dalam untuk mengurangi aliran air ketubannya.

  1. Penghisapa Air Ketuban

Cara ini tentu dilakukan oleh tenaga medis dan diterapkan saat persalinan caesar. Penghisapan dilakukan dengan mesin khusus (suction) yang ditujukan untuk penghisapan air ketuban secara perlahan sehingga dapat mengurangi resiko asfiksia pada bayi dan emboli air ketuban.

Apabila air ketuban tetap masuk ke dalam pembuluh darah ibu setelah melalui proses persalinan, maka berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanganinya:

  1. Pemasangan infuse

Setelah diketahui ada cairan ketuban yang masuk ke dalam pembuluh darah ibu, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah memasang infus di dua tempat. Hal ini dilakukan untuk menghindari syok (kondisi parah saat tubuh tidak mendapat cairan yang cukup).

Infuse dopamin juga dapat diberikan untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada jantung.

  1. Pemberian Oksigen

Saat ada benda asing yang masuk ke pembuluh darah, dikhawatirkan akan mengganggu distribusi oksigen secara maksimal ke dalam sel-sel tubuh. Maka dari itu, pemberian oksigen dengan tekanan yang tinggi dapat menambah oksigen di dalam darah.

  1. Pemberian Obat

Dokter biasanya akan segera memberikan obat-obat tertentu untuk menangani kejadian emboli air ketuban, diantaranya untuk mencegah terjadinya pembengkakan, mengurangi pengecilan pembuluh darah dan paru.

  1. Perawatan ICU

ICU (Intensive Care Unit) adalah ruangan khusus untuk merawat seseorang yang mengalami kondisi kritis. Apabila pertolongan pertama sudah diberikan pada ibu yang mengalami emboli air ketuban, maka ICU adalah ruangan yang cocok untuk perawatannya. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here