Cara Mencegah Ketombe pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketombe merupakan salah satu masalah mengganggu penampilan dan gaya rambut. Hampir semua orang pernah mengalami masalah ini. Serpihan putih yang muncul di kulit kepala dan seringkali berjatuhan ke baju serta rasa gatal yang disebabkan oleh kondisi tersebut pastinya cukup mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, banyak orang juga merasa jengkel karena masalah ketombe membandel yang sulit diatasi.

Kulit kepala pada dasarnya memiliki lapisan pelindung yang berfungsi mencegah timbulnya beragam masalah yang merugikan rambut dan kulit kepala. Namun, lapisan tersebut tidak selamanya berada dalam kondisi baik. Ada banyak faktor yang dapat melemahkan kinerjanya sehingga membuat rambut rentan mengalami masalah, salah satunya ketombe. Selain itu, tubuh secara alami akan merontokkan sel kulit kepala yang mati secara teratur setelah membentuk sel kulit yang baru. Ketombe bisa muncul ketika mekanisme ini terjadi lebih cepat. Hal ini menyebabkan bercak kulit mati terakumulasi pada permukaan kulit kepala, yang menjadi serpihan putih yang disebut ketombe.

Kulit kepala yang cenderung berminyak menjadi salah satu pemicu pertumbuhan jamur Malassezia, yaitu jamur yang secara alami tumbuh di kulit kepala tapi tidak membahayakan. Namun, bila pertumbuhan jamur tersebut tidak terkendali, ketombe bisa muncul. Pertumbuhan jamur secara berlebihan juga dipengaruhi faktor cuaca. Cuaca panas membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat, yang pada gilirannya dapat menimbulkan ketombe. Di sisi lain, cuaca dingin dan lembab juga dapat memicu ketombe. Kelembaban udara yang tinggi membuat kulit cenderung kering, karena rambut menyerap kelembaban lingkungan di sekitarnya. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur yang menjadi penyebab ketombe.

Pengobatan dengan sampo antiketombe memang dapat efektif mengatasi ketombe. Namun, tidak jarang perawatan ini berefek sementara. Dalam beberapa waktu, ketombe seringkali muncul kembali dan mengganggu penampilan. Apa pun masalahnya, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? Nah, hal-hal berikut ini dapat membantu mencegah ketombe datang kembali.

  • Diet seimbang. Ingat, kulit kepala dan rambut merupakan bagian dari tubuh dan membutuhkan nutrisi. Secara khusus, makanan yang mengandung zinc, asam lemak omega-3, dan vitamin B sangat baik untuk kesehatan rambut dan kulit kepala serta dapat mencegah timbulnya ketombe. Asupan zinc dapat diperoleh dari unggas, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu, sereal, kepiting, lobster dan daging merah. Untuk asam lemak omega-3, asupannya dapat diperoleh dari ikan salmon, kenari, brokoli, biji rami, bayam, minyak canola, kacang merah, kembang kol, dan kiwi. Sedangkan untuk vitamin B, asupannya dapat berasal dari telur, kacang-kacangan, kubis, ikan, ubi jalar, sereal gandum, dan susu.
  • Bijak memakai produk styling. Hair spray, styling gel, dan hair mousse mungkin membuat rambut tampil cantik. Di balik itu, produk styling rambut mengakibatkan akumulasi minyak di kulit kepala. Bila tidak perlu, hindari produk tersebut atau minimalkan penggunaannya hanya sesekali saja. Jika perlu sering menggunakannnya, jangan lupa untuk mencuci rambut setelah menggunakan produk tersebut.
  • Keramas secara teratur. Keramas tidak hanya membersihkan rambut dan kulit kepala, tetapi juga mengontrol jumlah minyak yang terakumulasi di kulit kepala. Namun, jangan keramas setiap hari. Idealnya, cucilah rambut dengan sampo dua kali dalam seminggu. Gunakan shampoo ringan sesuai jenis tekstur rambut. Jika Anda sudah memiliki ketombe, Anda dapat menggunakan sampo khusus rambut berketombe yang diformulasikan khusus untuk menyembuhkan, mengontrol dan mencegah ketombe.
  • Kurangi stres. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan ketombe, stres menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah sehingga membuat Anda rentan terhadap banyak penyakit termasuk penyakit kulit dan bahkan ketombe. Oleh karenanya, kendalikan stres Anda, bukan sebaliknya. Bila perlu, belajarlah teknik manajemen stres seperti meditasi dan yoga.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY